Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Tekad Ridwan Kamil Tuntaskan Janji

Bayu Anggoro
26/9/2017 08:39
Tekad Ridwan Kamil Tuntaskan Janji
(Sumber:Ppid.bandung.go.id/L-1/Foto: ANTARA)
WALI Kota Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku masih berusaha merealisasikan sejumlah cita-cita sebelum mengakhiri jabatan pada 2018 meskipun beragam prestasi telah diraih selama menjadi orang nomor satu di Kota Bandung.

“Problematik masih hadir. Tapi kita masih ada dua tahun anggaran. Ini untuk mengisi target-target yang belum terkejar, terutama transportasi,” ujar pria yang kerap disapa Emil seusai memimpin upacara peringatan hari jadi ke-207 Kota Bandung, di Kota Ban­dung, kemarin.

Karena itu, dia bertekad menyelesaikan pembangunan light rail transit (LRT) dan cable car. Pembangunan LRT dan cable car yang direncanakan pada Agustus belum menunjukkan tanda-tanda dimulai.

Emil berharap dua moda transportasi massal itu dapat terealisasi sebelum akhir masa pengabdiannya di Kota Bandung.

Hanya saja, proyek itu masih perlu menuntaskan persoalan administrasi perizinan dari Pemerintah Provinsi Jabar dan Kementerian Perhubungan.

“LRT dan cable car sedang proses terus finalisasi izin yang bukan dari kita, melainkan dari provinsi dan pusat. Saya masih berharap dalam hitungan bulan bisa lolos,” kata dia.

Berbagai capaian pembangunan telah diraih Kota Bandung pada usia ke-207. Satu di antaranya Kota Bandung yang berpenduduk padat, di bawah kepemimpina­n Ridwan Kamil-Oded M Danial, berhasil menyabet Piala Adipura dalam tiga tahun berturut.

Emil mengatakan, dalam empat tahun terakhir pihaknya telah membangun 335 fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) serta merenovasi 762 rumah tidak layak huni.

Untuk mencegah banjir, pihaknya telah merevitalisasi 210 ribu m2 gorong-gorong. “Ada juga 51 tambahan taman, serta 2.300 sumur resapan,” ucapnya.

Saat ini, Pemkot Bandung bersama Kementerian PU-Pera tengah mengebut pengerjaan box curvert di kawasan Pasteur. Selain di Pasteur, pemkot tengah mempersiapkan pembangunan danau retensi di Pagarsih. Kedua proyek itu akan berkaitan. Air yang mengalir di utara menuju Sungai Citepus di Pasteur akan melewati Pagarsih hingga berujung ke Sungai Citarum di Kabupaten Bandung.

Akan tetapi, proses penanganan banjir harus melibatkan seluruh pemerintahan di Bandung Raya. “Karena kita enggak ada lembaga koordinasi, saya meminta ke pemerintah untuk mempercepat peraturan presiden tentang Cekungan Bandung. Selain kami sudah bekerja, ada hal-hal lain yakni kontrol lintas air, lintas manusia, dan sebagainya,” kata dia.

Di samping pembangunan fisik, Pemerintah Kota Bandung pun berupaya memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Hal itu tecermin pada indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Bandung yang mencapai 80,13.

Ditambah lagi, lanjut dia, membaiknya perekonomian Kota Bandung dengan pertumbuhan yang mencapai 7,8%. “Jadi berdasarkan survei, warga Kota Bandung bahagia. Makanya susah mencari orang Bandung yang cemberut,” kelakarnya.

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan pihaknya melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengisi pembangunan.

Dia meyakini perkembangan Kota Ban­dung bisa tercapai berkat kerja sama dari semua pihak, terutama warga. “Warga Bandung itu punya semangat volunteerism yang tinggi,” katanya.

Hal itu pun sesuai dengan tema yang diangkat pada hari jadi Kota Bandung kali ini, yakni Bandung kolaboratif.

Responsif gender
Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara Gogor Oko Nurhayoko menilai Kota Bandung telah melaksanakan penganggaran berbasis gender dengan baik. “Kota Bandung dapat penghargaan dalam konteks penganggaran dan perencanaan berbasis gender.”

Karena itu, Bandung terpilih sebagai sala­h satu tempat pelatihan Perencanaan dan Peng­anggaran Berbasis Gender Colombo Plan. Jadi, lanjut dia, peserta pelatihan akan berbagi pengalaman dengan Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung. (N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya