Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Paus dengan Delapan Bekas Luka Sayatan Terdampar di Rote

Palce Amalo
21/9/2017 21:29
Paus dengan Delapan Bekas Luka Sayatan Terdampar di Rote
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

SEEKOR ikan paus pilot, dengan bekas luka sayatan di punggung, terdampar di pantai Oka Kea, Dusun Oenitas, Kecamatan Nggodimeda, Kecamatan Rote Tengah, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Desa Nggodimeda, Yefta Lian. yang dihubungi Kamis (21/9) pagi, mengatakan, ikan paus ditemukan oleh warga yang melaut sekitar 100 meter dari garis pantai sebelum dilaporkan kepada pemerintah dan aparat keamanan.

"Saya minta jangan apa-apakan paus karena ini hewan yang dilindungi," kata Yefta.

Peristiwa terdamparnya paus tersebut terjadi Rabu (20/9) sekitar pukul 16.00 Wita.

"Awalnya warga yang pergi melaut melihat paus tersebut berenang menuju pantai saat air laut pasang. Mereka kemudian menunggu sampai air kering baru berhasil mendekati paus," ujarnya.

Saat itu, paus terdampar di bebatuan sehingga warga melakukan penyelematan dengan cara membasahi tubuh paus dengan air laut. Paus memiliki panjang 4,60 meter, tinggi 159 meter, dan lembar 80 sentimeter.

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Ikram M Sangadji, mengatakan, saat ditemukan, paus dalam kondisi lemas dan terdapat delapan luka sayatan pada bagian tubuh.

"Dari ciri morfologi diduga paus jenis finned pilot whale," ujarnya.

Usaha penyelamatan paus dilakukan oleh warga bersama Kelompok Konservasi Penyu 'Camar Nggodimeda' dan Manoholok Kecamatan Rote Tengah, serta polisi dan badan pembina desa.

"Saat dievakuasi, tidak ada tanda-tanda bergerak sehingga dikhawatirkan mengalami kematian," kata Ikram.

Namun, petugas akhirnya berhasil mengembalikan paus ke laut pukul 22.00 Wita. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya