Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

BPBD Bali Mulai Drop Tenda Pengungsi dan Genset ke Karangasem

Arnoldus Dhae
20/9/2017 18:44
BPBD Bali Mulai Drop Tenda Pengungsi dan Genset ke Karangasem
(ANTARA)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mulai mendrop tenda pengungsian, genset dan berbagai peralatannya lainnya ke beberapa titik di wilayah Karangasem dan Klungkung yang akan ditempati oleh warga yang dievakuasi dari radius 7 kilometer Gunung Agung.

Kepala BPBD Bali Dewa Made Indra menjelaskan droping berbagai peralatan tersebut dilakuan karena sudah ada koordinasi dengan PVMB bahwa karakter Gunung Agung yang sulit diprediksi. Sekalipun aktifitasnya sedikit tenang namun bisa juga dia akan terus menurun tetapi sebaliknya bisa terjadi langsung meningkat dengan cepat ke status awas sehingga radius 12 kilometer harus dievakuasi.

"Mulai besok, kita sudah membawa berbagai peralatan seperti tenda, genset dalam ukuran besar. Bukan hanya membawa, tetapi petugas akan membawa tukang pemasang tenda sekalian dan langsung memasangnya," ujarnya, Rabu (20/9)

Untuk lokasi pemasangan sudah dipetakan dalam beberapa titik di seputaran Karangasem. Pemetaan jalur evakuasi sudah dilakukan dimana dipetakan titik aman bagi masyarakat yang akan mengungsi. Selain tenda dan genset, seluruh perlengkapan lainnya seperti masker, sarana air bersih, beras, makanan siap saji juga sudah siap.

"BPBD Provinsi dan Kabupaten Karangasem sudah menyiapkan hal tersebut. Bahkan, BPBD dari beberapa kabupaten terdekat juga sudah siap semua. Kita akan bekerja melebihi waktu yang ada demi keselamatan warga," ujarnya.

Saat ini petugas terus memperkuat komunikasi antar instansi sehingga masyarakat dapat informasi dengan cepat. Berdasarkan laporan Pos Pantau Gunung Agung (PGA) tercatat pada 19/9 terjadi 427 gempa dan hari ini jam 00.00-06.00 terjadi 94 gempa.

Walaupun kegempaan tidak setajam 2 hari lalu, sempat terjadi sebanyak 480 detik tremor. Dengan gempa dangkal 2 km dan kedalaman magma 5 km, masyarakat harus tetap waspada. Sejarah letusan Gunung Agung pada tahun 1963 terdapat 5 fase yaitu fase gejala (gempa terasa) tempat di bawah Gunung Agung.

Berikutnya, fase pembuka ditandai dengan adanya letusan pembuka kemudian membentuk lava lake (danau lava). Disusul fase erupsi pertama 14 km ke utara, dan fase erupsi kedua 10 km ke arah selatan, terakhir fase letusan susulan yang cenderung lama. Hingga saat ini pemerintah dan Pemda setempat terus berupaya mengantisipasi kemungkinan Gunung Agung meletus. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya