Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Permainan Zadul Kukuhkan Gotong Royong

20/9/2017 09:09
Permainan Zadul Kukuhkan Gotong Royong
(MI/ABDUS SYUKUR)

GELAK tawa dan canda, meski terjatuh saat bermain egrang, terompah, dan dagongan, mendatangkan kegembiraan bagi peserta maupun penonton.

Suasana guyub, sportif, dan kompetisi antarpeserta tari Ojung juga terasa. Mereka tetap tersenyum kepada lawan meski harus saling pukul menggunakan rotan.

Empat permainan diikuti ratusan peserta maupun penyemangat dalam perlombaan permainan tradisional yang digelar Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, di Lapangan Nguling, beberapa tempo lalu.

Permainan tradisional yang dilombakan ialah dagongan (saling dorong dengan bambu), egrang, terompah (kelompen) gandeng, dan ojung (cambuk rotan).

Animo mengikuti perlombaan dilontarkan peserta dari Kecamatan Prigen, Husni.

“Jauh-jauh dari Prigen harus menang karena kita ingin membuktikan meskipun dari daerah pegunungan, kami bisa menaklukkan semua cabang perlombaan,” ungkap dia.

Semangat sportivitas itu mengemuka dari peserta yang mengikuti permainan dan olahraga tradisional yang digelar Formi.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, seperti staf kecamatan, UPT Dinas Pendidikan, hingga masyarakat umum.

Seperti dalam permainan egrang, para guru yang dikalahkan murid-murid justru tertawa terbahak-bahak sambil merangkuli anak didik yang mengalahkan mereka.

“Tradisi dan budaya di masyarakat melalui permainan rakyat menunjukkan rasa kebersamaan, kegotongroyongan, dan kekeluargaan yang tinggi. Makanya kami mengajak semua pihak menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi masyarakat,” tandas Ketua Formi Kabupaten Pasuruan Lulis Irsyad Yusuf.

Lulis mengakui kegiatan itu wadah untuk menghidupkan kembali permainan tradisional yang sudah mulai tergerus oleh zaman.

“Banyak permainan tradisional pas zaman dulu (zadul), waktu saya kecil. Perlombaan ini digelar agar kenangan masa kecil masyarakat yang indah bisa terulang sekaligus untuk melestarikan dolanan tradisional,” kata Lulis.

Apalagi, lanjut dia, permainan tradisional yang dilombakan juga memiliki unsur olahraga. “Jadi, selain melestarikan budaya, kita akan merasakan olahraga,” papar dia.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Iswahyudi menyampaikan pelestarian permainan dan olahraga tradisional ialah cermin karakter bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

“Tidak bisa dimungkiri lagi, dalam permainan dan olahraga serta kesenian tradisional justru menjadi pengikat tali silaturahim yang kuat. Istilah kalah atau menang diterima dengan sangat sportif dan saling berjabat tangan dengan senyum. Meski kalah, tetap saja terbahak dan menunjukkan rasa guyub dan gotong royong yang kuat,” tegas Iswahyudi. (Abdus Syukur/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya