Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGERJAAN seksi I ruas tol Palembang-Indralaya (Palindra) di Sumatra Selatan sudah siap dibuka.
Manager Proyek PT Hutama Karya (Persero) Divisi Tol Palindra Hasan Turcahyo di Palembang, mengatakan pembangunan tol Palindra dimulai sejak 30 April 2015. Targetnya, tiga seksi tol Palindra selesai pada akhir Desember.
Tol sepanjang 22 kilometer itu terbagi menjadi tiga seksi yakni Palembang-Pemulutan (7 kilometer), Pemulutan-KTM Rambutan (5 kilometer), dan KTM Rambutan-Indralaya (10 kilometer).
“Saat ini, seksi I (Palembang-Pemulutan) sudah mencapai 99%. Sisanya hanya penyelesaian gerbang tol di Pemulutan. Untuk gerbang tol Palembang sudah selesai, dengan tiga pos keluar, tiga pos masuk, dan satu pos tambahan (fleksibel),” terang dia.
Selain mengebut penyelesaian gerbang tol Pemulutan, pihaknya juga tengah menyelesaikan jembatan simpang susun Pemulutan yang dimanfaatkan untuk akses interchange ruas jalan tol.
Sehingga, lanjut dia, pembukaan ruas tol itu tinggal menunggu perintah dari pemerintah pusat.
“Pada 25 September, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan datang dan menilai operasional jalan tol. Setelah itu, kami baru mendapatkan kepastian tentang operasional tol Palindra seksi I ini,” ungkap dia.
Hasan menambahkan, untuk seksi II saat ini progresnya masih terbilang kecil yakni 25%, berbeda dengan seksi III yang mencapai 81%.
“Harapan kami, setelah selesai bisa langsung dilalui masyarakat pengguna kendaraan,” tandasnya.
Adapun tiga ruas tol di Jawa Timur, yakni Mantingan-Kertosono, Pandaan-Malang, dan Pasuruan-Probolinggo diperkirakan bisa digunakan sebagai jalur fungsional arus mudik 2018.
“Kami memngajukan surat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk tol yang belum selesai bisa dipakai mudik Lebaran. Dan saat dimintai konfirmasi lagi, awal September ternyata sanggup,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Gatot Sulistiyo Hadi ketika ditemui di Surabaya.
Tiga ruas tol yang akan difungsionalkan itu, lanjut dia, diharapkan meringankan beban arus kendaraan di jalur yang padat ini.
“Memang yang paling urgen ada di dua titik itu (Mantingan-Kertosono dan Pandaan-Malang). Kalau Pasuruan-Probolinggo tidak seberapa urgen,” ujar Gatot.
Berbenah
Menyambut pesatnya program infrastruktur nasional di Karawang, Jawa Barat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat mulai membenahi infrastruktur di pintu masuk menuju Gerbang Tol (GT) Karawang Barat ruas tol Jakarta-Cikampek.
Jalan interchange yang merupakan halaman depan Kabupaten Karawang tersebut mulai dilakukan perluasan jalan.
“Jalan interchange dikelola Jasa Marga. Saat ini kondisinya tidak sepadan dengan jumlah kendaraan karena berdekatan dengan kawasan industri. Sehingga sering macet parah. Ditambah lagi nanti ada Jakarta-Cikampek 2 dan kereta cepat. Jadi kita persiapan juga,” ucap Kepala Dinas PUPR Karawang Acep Jamhuri.
Meskipun jalan tersebut dikelola Jasa Marga atau Kementerian PUPR, lanjut dia, perluasan jalan itu menggunakan APBD sebesar Rp30 miliar.
“Kita menggunakan belanja barang dan kita hibahkan kepada pengelola Jasa Marga atau Kementerian PUPR,” terangnya.
Selain itu, lanjut dia, pemerintah daerah juga mengajukan satu pintu gerbang tol baru di Karawang Barat. (FL/PT/WJ/CS/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved