Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

BPBD Sosialisasi Waspada Gunung Agung

19/9/2017 07:03
BPBD Sosialisasi Waspada Gunung Agung
(ANTARA/NYOMAN BUDHIANA)

SETELAH statusnya ditetapkan naik ke level waspada, pada 14 September lalu, aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, terus meningkat. Masyarakat dan wisatawan dilarang berada dalam radius 3 kilometer dari kawah gunung.

“Dari sejumlah parameter, aktivitas Gunung Agung terus meningkat. Kami juga terus melaksanakan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah,” kata Kepala BPBD Bali, Dewa Indra, kemarin.

Gunung Agung merupakan gunung aktif yang erupsi terakhirnya terjadi pada 1963 dan berlangsung selama satu tahun. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menetapkan status Gunung Agung naik dari normal menjadi waspada, 14 September lalu.

Di Solok Selatan, Sumatra Barat, korban banjir bandang, pekan lalu, mulai mengeluhkan sulitnya mendapat air bersih, kemarin. Pasokan air dari PDAM tidak bisa disalurkan ke bak penam­pungan karena dua intake juga mengalami kerusakan akibat bencana itu.

Ratusan warga terpaksa berjajar di pinggir jalan untuk mendapat pasokan air bersih dari truk tangki. “Ada sekitar 2.500 pelanggan yang tidak bisa menikmati air bersih karena kerusakan itu,” kata Direktur PDAM Solok Selatan, Yalfis.

Sampai kemarin, dua korban longsor yang terjadi di Kampung Jalan Cagak, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, belum ditemukan. Longsor tebing kawah danau Gunung Galunggung itu terjadi Sabtu (16/9).

Kedua korban ialah Jajat, 32, dan Dadang, 45, yang tengah mencari burung. Longsor juga menghancurkan masjid dan sebuah warung. (RS/OL/YH/AD/DW/N-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya