Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAYANAN bagi pasien penderita HIV/AIDS yang dilakukan di Puskesmas Gedongtengen, Kota Yogyakarta, terus dibenahi. Salah satunya, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dengan mudah bisa mendapatkan obat antiretroviral (ARV).
“Dalam catatan resmi, ODHA yang mengakses ARV secara rutin di puskesmas ini jumlahnya 30 orang. Namun, tahun ini, sampai September, sudah ada 216 ODHA yang mengambil obat pencegah pertumbuhan virus HIV/AIDS itu,” kata Kepala Puskesmas Gedongtengen, Tri Kusumo Bawono, kemarin.
Ia menambahkan, layanan bagi ODHA di puskesmasnya juga terus ditingkatkan dengan adanya dokter spesialis, sehingga pasien tidak perlu datang ke rumah sakit. Pihaknya juga melakukan pendekatan pelayanan yang ramah untuk penderita HIV/AIDS.
Meskipun jumlah pasien yang mengakses ARV meningkat signifikan, Tri memastikan obat itu selalu tersedia. “Jika stok habis, kami meminta stok dari puskesmas lain yang juga melayani ODHA, namun pasiennya sedikit, seperti di Umbulharjo 1 dan Mantrijeron.”
Puskesmas Gedongtengen mencatat adanya penambahan 60 penderita HIV/AIDS, pada tahun ini. Sebelumnya, selama 2016, ada 130 temuan bar dan pada 2015 ada 92 kasus baru.
Di Kota Yogyakarta ada sembilan puskesmas yang bisa memberikan layanan komprehensif berkesinambungan untuk mendeteksi HIV/AIDS, dan tiga puskesmas di antaranya bisa memberikan pengobatan.
Masih di Yogyakarta, kemarin, 30 prajurit TNI Angkatan Udara mengikuti pelatihan peer leader dalam rangka penanggulangan HIV/AIDS. Pelatihan dan Sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS ini bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS DI Yogyakarta. (AU/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved