Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, meluncurkan MAGMA Indonesia, aplikasi telepon pintar untuk meningkatkan mitigasi kebencanaan geologi.
MAGMA atau Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment itu menggunakan teknologi berbasis <>open source yang berisi informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi, seperti gunung api, pergerakan tanah, dan gempa bumi.
Kepala Subhumas Badan Geologi Priatna mengatakan aplikasi ini mampu memberikan informasi aktivitas geologi kepada masyarakat. "Ada aktivitas gunung api, abu vulkanis, dan gempa," katanya di Bandung, kemarin (Kamis, 14/9).
Dengan hadirnya MAGMA Indonesia, masyarakat tidak akan tertipu oleh beredarnya berita bohong tentang kebencanaan geologi. Aplikasi tersebut akan memberikan keterangan resmi dari PVMBG jika ada bencana geologi.
Selain itu, lanjut Priatna, masyarakat bisa melaporkan kebencanaan geologi di wilayah mereka melalui aplikasi tersebut. Informasi itu akan terhubung ke operator untuk segera ditindaklanjuti.
"Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaporan bencana. Ini sangat penting sebagai langkah antisipasi," kata Priatna.
Pengembang MAGMA Indonesia Devy K Syahbana mengatakan meski belum lama diluncurkan, aplikasi ini telah memperoleh pengakuan dari dalam dan luar negeri. "Salah satunya, kami sudah mendapat Innovation Award dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. MAGMA juga masuk 40 terbaik inovasi pelayanan publik," katanya.
Masyarakat bisa mengunduh MI pada telepon seluler pintar dengan mengakses Google Play Store.
Masih terkait dengan gunung api, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bali Dewa Made Indera mengaku sudah menyiapkan berbagai kebutuhan yang diperlukan jika aktivitas gunung terus meningkat.
Di sisi lain, harapan warga korban bencana banjir dan tanah longsor di Manado, Sulawesi Utara, untuk menempati rumah bantuan dari BNPB belum terwujud. Padahal dana bantuan pascabencana telah dikucurkan pada 2015-2017, berjumlah Rp399 miliar.
"Sebanyak 2.018 rumah masih dikerjakan," kata Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Neulis Zuliasri.
BNPB juga memberikan bantuan Rp10 miliar kepada Pemkab Bojonegoro untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonsiliasi bencana. Bantuan diserahkan Kepala BNPB Willem Rampangilei kepada Bupati Bojonegoro Suyoto, kemarin. (BY/OL/VL/YK/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved