Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK enam waduk utama di Indonesia terkena dampak kekeringan. "Kondisinya sudah di bawah normal," ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Basuki Hadimuljono, di Yogyakarta, Rabu (13/9). Indonesia memiliki 16 waduk utama. Sampai kemarin (Kamis, 14/9), 10 waduk masih dalam kondisi normal.
Menteri mengungkapkan dalam pertemuan dengan Presiden, sejumlah kepala daerah menyatakan musim kemarau saat ini belum menyebabkan kekeringan ekstrem. Kemarau tahun ini tidak sekering 2015, tapi tidak sebasah 2016.
"Penurunan debit waduk juga belum ekstrem. Waduk-waduk masih bisa beroperasi dan pengoperasiannya didasarkan pada ketersediaan air," tambahnya.
Untuk mengatasi bencana kekeringan, Basuki menyatakan pihaknya terus melakukan pengeboran sumur. Pengeboran sudah dilakukan di Pati, Jawa Tengah, Sukabumi, Jawa Barat, Sumba Barat, Sumba Timur, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kupang. Pemerintah sudah mengebor di 6.902 titik. Pengeboran juga terus dilakukan ke daerah lain yang belum punya sumur.
Bendungan susut
Penyusutan debit air waduk dilaporkan terjadi di Bendungan Tilong, di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Krisis air pun melanda lima desa di sekitar bendungan, yakni Oelnasi, Fatukanutu, Manufui, Tasipah, dan Noelbaki. Debit air Bendungan Tilong menyusut sekitar 8 juta meter kubik dari kapasitas tampung sekitar 17 juta meter kubik.
"Saat air di bendungan menyusut, pasokan air ke persawahan terhenti sehingga banyak petani tidak dapat mengolah lahan untuk ditanami padi," kata Titus, petani.
Cadangan air di Waduk Sermo, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, mengalami penurunan elevasi. Namun, Balai Besar Wilayah Serayu Opak menjamin kebutuhan air baku perusahaan air minum di Kabupaten Kulon Progo akan tetap tercukupi.
"Ketersediaan air Waduk Sermo masih sangat cukup untuk menghadapi musim kemarau, baik untuk kebutuhan irigasi maupun air baku PDAM," ungkap petugas <>monitoring Bendungan Waduk Sermo Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Prabowo Andriyanto.
Ia mengakui pada musim kemarau, kebutuhan air irigasi juga tidak terlalu banyak. Petani lebih memilih menanam palawija, yang tidak banyak membutuhkan air.
Di sejumlah daerah, pemerintah terus menggelontorkan air bersih untuk membantu warga. Kemarin, Plt Bupati Klaten Sri Mulyani menyerahkan langsung bantuan air bersih ke Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang.
Sebanyak tujuh tangki berisi total 35 ribu liter air dibawa. Warga di lereng Gunung Merapi itu sementara bisa bernapas lega.
"Krisis air sudah tiga bulan terjadi di sini. Air tadah hujan di bak penampungan sudah kering," kata Kepala Desa Sutarno.
Bantuan air bersih juga dikirimkan Polres Karawang, Jawa Barat, ke Desa Cintalanggeng, Kecamatan Tegalwaru. Air diangkut dengan kendaraan taktis water canon.
"Bantuan air bersih diharapkan dapat meringankan beban warga yang kesulitan air bersih," ungkap Kasat Sabhara Polres Karawang AK Bambang Sumitro.(PO/AU/JS/CS/UL/DG/YK/HS/AD/BB/LD/FL/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved