Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Sawah Di Babel Terancam Kering Akibat Irigasi yang Belum Optimal

Rendy Ferdiansyah
13/9/2017 13:23
Sawah Di Babel Terancam Kering Akibat Irigasi yang Belum Optimal
(ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

DINAS Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengungkapkan, hampir seluruh saluran irigasi persawahan di Provinsi Bangka Belitung belum optimal mengairi sawah terutama di musim kemarau. Akibatnya, musim tanam hanya sekali dalam setahun.

Demikian di sampaikan, Kepala DKP Provinsi Bangka Belitung (Babel) Ahmad Damiri. Rabu (13/9). "Sejujurnya saya katakan, saluran irigasi kita belum optimal untuk mengairi sawah," kata Damiri.

Hal itu menurut Damiri, dikarenakan pemerintah lebih mengejar percetakan sawah, sedangkan saluran irigasi belum baik. Seharusnya lanjut Damiri, yang paling utama dilakukan sebelum cetak sawah mempersiapkan saluran irigasi secara permanen bukan seperti sekarang ini.

"Irigasi memang sudah ada, tapi hanya sekadar saja, tidak permanen, terlebih tidak adanya pintu air yang mengatur kapan air masuk dan dibuang, seharus sebelum cetak sawah irigasi dan pintu air diutamakan," ujarnya.

Di Provinsi Bangka Belitung, disebutkan Damiri luas sawah yang ada baik baru mau pun lama sekitar 22.000 hektare dan terbanyak ada di Kabupaten Bangka Selatan. "Luas sawah kita 22.000 hektare, terbanyak di Babel," ungkap dia.

Sayangnya, diucapkan Damiri karena irigasi yang belum baik menyebabkan musim tanam padi di Babel hanya satu kali dalam setahun, sehingga hasil panen tidak optimal.

"Kalau irigasi kita baik, satu hektar bisa panen 5 ton, apabila bisa dua kali musim tanam, saya yakin produksi beras dalam daerah mencukupi,"ucap Damiri.

Musim tanam padi yang hanya sekali ini, biasanya oleh petani dimanfaatkan persawahan untuk bertanam-tanaman lain seperti jagung dan sayur-sayuran sehingga memberika manfaat.

"Selama ini, habis panen sekali, lahan persawahan dibiarkan begitu saja, padahal kalau bisa dimaksimalkan dengan tanaman lain, saya yakin memberikan nilai ekonomis bagi petani," terangnya.

"Kalau musim kemarau seperti ini, kalau irigasi dan pintu airnya bagus, saya juga yakin, kekeringan tidak akan berdampak terhadap lahan persawahan," pungkas dia.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya