Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MARAKNYA penambangan timah baik secara legal dan ilegal bermuara pada terjadinya lahan kritis. Lahan kritis di Provinsi Bangka Belitung (Babel) mencapai 278 ribu hektare dari luas daratan 1,1 juta hektare. Luasnya lahan kritis akibat tambang tersebut merupakan salah satu pemicu musibah banjir, Untuk itu, Pemprov Babel secara bertahap terus berupaya memulihkan lahan-lahan kritis akibat tambang. Untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan, wartawan Media Indonesia Rendy Ferdiansyah mewawancarai Gubernur Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan. Berikut ini petikannya.
Apa pendapat Anda mengenai rusaknya lahan di Babel saat ini?
Saya selaku Gubernur Babel merasa malu melihat kondisi rusaknya lahan-lahan di Babel akibat tambang. Kerusakannya pun menyeluruh, mulai kawasÂan hutan, daerah aliran sungai, hingga perairan. Lihat saja, kalau kita hendak berangkat dan mendarat di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, lahan-lahan kritis begitu tampak, termasuk lubang-lubang bekas tambang. Saya malu kalau ada pejabat pusat yang datang melihat kondisi tersebut.
Apakah Anda tahu, berapa luas lahan kritis yang ada di Babel?
Berdasarkan data yang saya terima, luas lahan kritis di Babel ini mencapai 278 ribu hektare, kerusakan itu diakibatkan tambang timah yang merata terjadi baik di Pulau Bangka maupun Belitung.
Benarkah salah satu pemicu banjir di Babel ialah lahan kritis?
Ya, benar, salah satu pemicu banjir besar di Provinsi Bangka Belitung, seperti Banjir Pangkalpinang tahun lalu dan banjir Belitung dan Belitung Timur beberapa bulan lalu, ialah sedimentasi yang tinggi ditambah dengan berkurangnya daerah resapan aliran sungai. Tim dari UGM yang saya minta untuk meneliti banjir di Belitung Timur (Beltim) telah me-nyimpulkan sementara, banjir Beltim salah satunya disebabkan kerusakan lahan di daerah tersebut.
Bagaimana upaya Anda untuk memulihkan lahan-lahan kritis tersebut?
Dalam permasalahan penyelesaian lahan kritis di Babel sampai sekarang berbeda pendapat antara Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertambangan.
Tapi, kita tidak boleh menunggu. Berbagai upaya terus saya lakukan untuk mengembalikan kondisi lahan yang kritis, seperti reklamasi dan penghijauan bersama Polda Babel yang melibatkan seluruh perusahaan penambang timah swasta dan PT Timah. Kalau memang nanti memungkinkan, saya akan tanam rumput asal Tiongkok untuk makanan sapi. Untuk membatasi terjadinya lahan kritis, saya akan keluarkan pergub kemudian baru dilanjutkan dengan perda. (E-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved