Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN umat muslim dan non muslim di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat melakukan aksi turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasinya demi kemanusiaan etnis Rohingya yang digelar di Tugu Adipura atau Taman Kota Tasikmalaya. Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum dan Walikota Tasikmalaya Budi Budiman pun berjanji akan memberikan satu bulan gaji untuk pengungsi etnis Rohingya.
"Kami akan menyisihkan gaji selama satu bulan diperuntukan untuk kemanusiaan etnis Rohingya dan saya juga meminta masyarakat dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di Kota Tasikmalaya untuk menyisihkan harga bendanya terutama membantu sesama umat muslim. Karena umat muslim paling banyak sekarang ini di Indonesia dan tentunya bantuan itu akan bermanfaat," kata Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, Jumat (8/9).
Bentuk solidaritas kemanusian etnis Rohingya yang dilakukan di Kota Tasikmalaya sebagai ungkapan rasa kepedulian masyarakat termasuk non muslim. Karena langkah yang diambil oleh pemerintah pusat atas nama Presiden Joko Widodo sangat bagus dengan mengutuk aksi kekerasan dan pembantaian yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya dan pemerintah sendiri akan membantu sesuai dengan kemampuan yang ada.
"Saya membantu akan menyisihkan gaji satu bulan untuk kemanusiaan etnis Rohingya dan ini secara pribadi.. PNS dan masyarakat lainnya bisa membantu dan meringankan beban mereka. Sedangkan kami juga berharap agar semua kepala dinas yang ada di Kabupaten Tasikmalaya mengikuti dan memberikan harta bendanya sesuai kemampuan," ujar Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum di Alun-alun Manonjaya.
Aksi solidaritas untuk etnis Rohingya juga dilakukan masyarakat Lampung. Mengatasnamakan Gerakan Nasional Penyelamat Muslim Rohingya (GNPMR) Lampung menggelar aksi long march dari Masjid Taqwa Tanjung Karang hingga Tugu Adipura Bandar Lampung, Jumat (8/9).
Kelompok tersebut diantaranya HMI Cabang Bandar Laampung, KAMMI Lampung, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Hidayatullah, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), juga santri dari berbagai pesantren. Massa berjumlah ratusan itu membawa berbagai spanduk yang berisi kecaman atas kekejaman militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.
Masing-masing perwakilan kelompok massa bergantian menyampaikan orasi. "Kami mengutuk kebiadaban pemerintah Myanmar! Ratusan orang tewas, diperkosa, tempat tinggal mereka dibakar, dan ribuan terpaksa mengungsi ke negara lain, menyebrangi lautan dan sungai dengan taruhan nyawa!" Teriak koordinator aksi Cucu Mulyono.
Massa mendesak ASEAN dan PBB untuk mengutuk kekejaman militer Myanmar dan mengeluarkannya dari keanggotaan ASEAN dan PBB. Menurut Cucu apa yang dilakukan militer Myanmar tidak sesuai dengan cita-cita menjaga perdamaian dunia.
Selain itu, massa juga menyampaikan pernyataan sikap mendesak pemerintah Indonesia untuk meminta pemerintah Myanmar agar bersikap lebih adil dan manusiawi kepada etnis Rohingya serta mengakui penduduk Rohingya sebagai bagian dari Myanmar.
Massa juga mendesak Mahkamah Internasional untuk mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembantaian massal dan pembumihangusan etnis Rohingya.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved