Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sempat mengumbar siap menjadi tuan rumah gelaran Motorcross MX-GP pada Juli 2018 mendatang, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan kini mengibarkan bendera putih.
Dengan alasan belum siapnya arena (venue) untuk gelaran MX-GP, Sumsel melepas komitmennya menyelenggarakan pergelaran yang rencananya dilaksanakan di Sumsel 2018 nanti. Berdasar informasi yang dihimpun, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung lebih siap dan gelaran MX-GP pada 2018 ini akan mendatang.
Batalnya Sumsel menjadi tuan rumah MX-GP diungkapkan Staf Gubernur Sumsel Bidang Kehumasan, Ridwan Tumenggung didepan para awak media, Jumat (8/9).
Diakuinya, pembatalan ini terjadi karena pembangunan sirkuit di arena olahraga Jakabaring Palembang yang sudah direncanakan belum bisa dilaksanakan. Berdasarkan keputusan Inasgog dan OCA, kata dia, arena Komplek Olahraga Jakabaring harus steril karena akan dijadikan tempat penyelenggaraan Asian Games 2018.
"Tidak boleh ada bentuk pembangunan, selain pembangunan even Asian Games. Karenanya, Sumsel meyakini dengan keputusan ini," kata dia.
Ia menjelaskan, Pemprov Sumsel sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektar untuk pembangunan arena MX-GP itu. Hanya saja, pihaknya mengklaim pembangunan tidak mudah dilakukan dikarenakan pembangunan arena di kawasan Jakabaring difokuskan untuk kepentingan Asian Games 2018.
Ia meyakini apabila tetap berlanjut program pembangunan ini, hal ini dikhawatirkan akan merusak sarana infrastruktur atau akses di komplek olahraga Jakabaring.
Diketahui di lokasi lahan yang dipersiapkan, kata dia, merupakan rawa sehingga sebelum masuk ke tahap pembangunan kontruksi diperlukan adanya penimbunan.
"Kita harus benar-benar fokus dan siap dalam penimbunan lahan rawa itu," kata dia.
Batalnya menyiapkan lokasi untuk MX-GP itu juga dikarenakan dalam beberapa waktu ke depan akan diadakan tes even sejumlah cabang olahraga yang akan digelar di Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang.
Ridwan menjelaskan lahan yang akan dijadikan arena merupakan lahan rawa yang membutuhkan waktu lebih lama untuk pembangunannya.
"Dibutuhkan waktu sekitar 5 bulan sampai 8 bulan untuk membuat sirkuit tersebut," ujarnya.
Rencananya, dari 10 hektar lahan yang disediakan, lahan yang digunakan untuk sirkuit sekitar 7,5 hektar. Dari luas lahan tersebut akan dibangun lintasan sepanjang 1,8 kilometer.
"Rancangan arena ini sudah selesai. Tidak ada masalah dengan itu. Namun karena kawasan Jakabaring harus steril, pembangunan itu tidak bisa dilaksanakan," ujarnya.
Ada sejumlah pilihan untuk membangun sirkuit di tempat lain seperti di Kawasan Musi II dan di Talang Betutu. Namun lintasan tersebut akan dibuat permanen sehingga kawasan olahraga Jakabaring tetap menjadi prioritas.
"Investasi pembuatan sirkuti tergolong tinggi, sehingga harus dipikirkan matang-matang," kata Ridwan.
Penawaran dari PT Arena Sirkuit Indonesia sebagai pemegang lesensi MXGP di Indonesia, sudah datang pada 18 Mei 2016, namun Pemerintah Sumsel baru menerima tawaran itu pada Agustus 2017.
"Pemerintah perlu memikirkan sejumlah kemungkinan karena penyelenggaraan sangat dekat dengan Asian Games 2018 mendatang," kata dia.
Ditambahkan Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, IGB Surya Negara menerangkan, walau Sumsel batal menjadi tuan rumah pergelaran MX-GP itu namun direncanakan Sumsel akan menjadi tuan rumah pergelaran serupa pada seri berikutnya.
"Kita akan upayakan gelaran ini bakal dilaksanakan pada 2019 mendatang. Ini akan kita kembali persiapkan. Batal di 2018 namun akan dilaksanakan ditahun berikutnya," tandasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved