Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Sumur Mengering, Warga Tuban Cari Air hingga di Tengah Hutan

M Yakub
05/9/2017 17:17
Sumur Mengering, Warga Tuban Cari Air hingga di Tengah Hutan
(ANTARA)

KRISIS air bersih yang melanda di Kabupaten Tuban, Jawa Timur semakin parah, Senin (5/9). Kondisi tersebut memaksa warga di Kecamatan Plumpang mencari air hingga masuk kawasan hutan. Sebagian warga juga terpaksa membeli air dari kampung lain karena, air sumur sudah tidak bisa dikonsumsi.

Dampak musim kemarau yang terjadi lebih dari sebulan terakhir ini memaksa warga untuk mencari air bersih hingga jauh dan masuk kawasan hutan. Ini karena sumur tradisional milik warga lebih dari sebulan ini tidak mengeluarkan air.

Sudarmo, 51, warga Dusun Pakah, Desa Sumberragung, Kecamatan Plumpang mengatakan, untuk mendapatkan air bersih warga dikampungnya terpaksa mencari air hingga ke dalam hutan. Menurut dia, air bersih itu dapat ditemukan di hutan KPH Tuban. "Iya, kami mengambil air dari sumur tua ditengah hutan," terangnya, kemarin.

Puluhan warga, kata dia, terpaksa mencari air sejauh 1 kilometer keluar dari desanya karena sumur dan sumber air di desanya sudah lama mengering. "Lebih dari sebulan ini warga hanya dapat memanfaatkan sumur tua di kawasan hutan jati yang airnya juga terbatas," tambahnya.

Kondisi yang sama, juga dialami warga Desa Karangagung, Kecamatan Palang. Bahkan, warga setempat telah mengalami krisis air bersih hampir dua bulan terakhir. Warga sejumlah kampung nelayan di kawasan Kecamatan Palang ini terpaksa mengambil air hingga sejauh 2 kilometer dari permukimannya.

"Sekitar dua bulan terakhir, kami sudah kesulitan air bersih," keluh Sudarmo. Menurut dia, krisis air bersih itu dikarenakan sebagian besar sumur tradisional di kampungnya sudah tidak mengeluarkan air. Sementara, bagi sumur yang masih ada, airnya berubah menjadi asin karena lokasi perkampungan berada di pesisir pantai utara.

Kondisi tersebut, menjadikan air tidak bisa dipergunakan untuk keperluan memasak di dapur. Dan untuk mendapatkan air bersih, warga sekitar terpaksa mengambil air sejauh dua kilometer kearah selatan desa.

Bagi warga yang tidak bisa mengambil air secara langsung biasanya membeli dari warga lainnya. "Kita terpaksa membeli air di Desa Cepoko dengan membawa jerigen," pungkasSudarmo.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya