Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SUARA para kiai Nahdlatul Ulama (NU) akan menentukan arah dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018.
"Partai kami didirikan oleh para kiai, dan tidak mungkin kami tak mengikuti petunjuk yang diberikan, khususnya menjelang pilkada Jatim mendatang," ujar Ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noer di Surabaya, kemarin.
Pada pergelaran pilkada yang digelar serentak 27 Juni 2018, PPP Jatim sampai saat ini masih belum menentukan sikap karena masih dalam penjaringan bakal pasangan calon.
Menurut Musyafak, keputusan final nantinya ada di DPP PPP sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku di internal partai dengan melalui tahapan-tahapan sebagaimana tertulis dalam peraturan.
"Tapi kami di Jatim tetap menyampaikan ke pusat bahwa para kiai di sini sudah bersikap, dan berharap NU tidak pecah di pilkada. Sikap kami tetap mengikuti apa yang disampaikan kiai," ucap Musyafak seperti dilansir Antara.
Politikus senior tersebut mengakui telah dipanggil kiai-kiai sepuh di Kantor PWNU Jatim, Selasa (29/8), yang memastikan sepakat mendukung Saifullah 'Gus Ipul' Yusuf sebagai cagub. Saat itu yang hadir pada pertemuan dengan pengurus PPP Jatim, antara lain Rais Syuriah PWNU Jatim KH Anwar Manshur, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, serta sejumlah kiai seperti KH Idris Hamid (Pasuruan), KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Zainudin Jazuli (Ploso, Kediri), KH Nurudin A Rahman (Bangkalan), dan Gus Kikin (Tebuireng, Jombang).
"Kami sangat menghormati hasil pertemuan dan sepakat mengikuti petunjuk kiai. Selanjutnya, kami sampaikan ke pusat dan keputusan final ada di DPP. Tentunya sekali lagi, keputusannya sesuai mekanisme dan aturan berlaku," tuturnya.
Tambah dukungan
Sementara itu, untuk pertarungan di Pasuruan, Bupati M Irsyad Yusuf (Gus Irsyad) terus berupaya menambah dukungan. Langkah itu terus dilakukan petahana setelah PKB memastikan mengusungnya sebagai calon bupati, ia pun mendekati PDIP dan Hanura.
Langkah melalui PPP dilakukan Irsyad dengan menyerahkan formulir pendaftaran ke PPP. "Saya ucapkan terima kasih kepada PPP. Tidak ada salahnya jika saya mengajak semua partai untuk membangun Pasuruan," tukasnya.
Selain formulir, adik Wagub Jatim Saifullah Yusuf ini menyerahkan sejumlah berkas seperti naskah visi misi hingga data survei yang mengungkap elektabilitas dirinya saat ini. Ia pun menunggu sikap resmi PPP.
Dukungan resmi dari PDIP, tinggal menunggu turunnya surat rekomendasi DPP PDIP karena dari penjaringan yang dilakukan DPC PDIP, hanya Gus Irsyad yang menyerahkan formulir cagub.
Sementara itu, DPD Partai NasDem Pasuruan belum memutuskan sosok yang bakal diusung. "Masih belum waktunya untuk disampaikan. Yang jelas saat ini kami membangun komunikasi dengan semua pihak. Termasuk dengan bupati dan wakil bupati, serta para ulama," tandas Ketua DPD Nasdem Pasuruan Joko Cahyono.
Terkait dengan tahapan untuk pilgub, dipastikan mulai berjalan setelah dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara KPUD Jatim dan Pemprov Jatim. Ketua KPU Jatim Eko Sasmito mengatakan, anggaran pilgub Jatim segera dicairkan. Total anggaran mencapai Rp817 miliar. Proses pencairannya dilakukan pada tahun anggaran 2017 dan 2018. (FL/OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved