Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ki Enthus Kepo Urusan Pemkot Tegal

Supardji Rasban
05/9/2017 10:51
Ki Enthus Kepo Urusan Pemkot Tegal
(Bupati Tegal, Jawa Tengah, Enthus Susmono (kanan) bertandang ke kantor Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tegal, Nursholeh---MI/Supardji Rasban)

BUKAN Enthus Susmono kalau tak membuat sensasi. Dengan predikat dalang dan kini posisinya sebagai Bupati Tegal, ia enteng saja memimpin rapat di Kantor Wali Kota Tegal.

Bahkan, kedatangannya di Kantor Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tegal Nursholeh disambut hangat tuan rumah. Kedatangan Enthus tak hanya bersilaturahim dengan Nursholeh, tapi juga sekaligus rapat dengan sejumlah pejabat dan pejabat yang dinon-<>job-kan Wali Kota Tegal sebelumnya, Siti Masitha Soeparno.

Setelah berbasa-basi dengan Nursholeh di ruang yang sama, Enthus dan Nursholeh menggelar rapat dengan sejumlah pejabat Pemkot Tegal tersebut. Bahkan, dalang mbeling tersebut didapuk sebagai pemimpin rapat yang juga terbuka bagi wartawan.

Padahal, rapat tersebut membahas bagaimana kelanjutan birokrasi di lingkungan Pemkot Tegal pascakepemimpinan Bunda Sitha, sapaan Siti Masitha Soeparno yang terjaring OTT KPK.

Seusai rapat, Enthus mengakui dirinya kepo (mau tahu urusan pihak lain) karena prihatin dengan kondisi pemerintahan di 'Kota Bahari' tersebut.

"Saya memang kepo karena khawatir keamburadulan pemerintahan di Kota Tegal bisa berimbas ke masyarakat Kabupaten Tegal dan juga Brebes. Saya tidak ingin di tiga daerah, yakni Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes terjadi kerawanan," ujar Enthus, kemarin.

Menurut Ki Enthus, dalam rapat tersebut fokus pembahasan pada seputar pengembalian posisi sembilan pejabat Pemkot Tegal yang dinilai tidak sesuai aturan.

"Menurut putusan PTUN Semarang, para pejabat yang dinon-job-kan itu tidak sesuai aturan dan harus dibatalkan. Tapi, oleh Wali Kota putusan PTUN itu tidak dilaksanakan. Tadi saya minta putusan PTUN segera dilaksanakan, tapi tentu harus berkoordinasi baik dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Dalam Negeri," jelas Enthus, yang mengaku kepo lantaran juga diberi amanah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Kekepoan saya juga karena saya diberi amanat Pak Gubernur agar membantu pemulihan pemerintahan di Kota Tegal," tandas Enthus. (OL-04)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya