Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SUBHANALLAH. Kalimat itu spontan terucap dari mulut Ketua Koperasi Ar-rohmah Luwarso. Kedatangan Presiden Joko Widodo ke penggilingan beras di Kampung Babakan Cibeureum, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jumat (1/9), menjadi penyebabnya.
Ia tak menyangka tempat penggilingan berasnya bakal didatangi orang nomor satu di Indonesia tersebut. “Saya tak menyangka sebagai petani di desa seperti ini ternyata bisa didengar beliau. Ini merupakan sebuah kebahagiaan dan sejarah bagi kami di sini bisa dikunjungi Presiden,” tutur Luwarso.
Bukan tanpa sebab Presiden Jokowi melirik produk yang diluncurkan koperasi itu. Di tempat tersebut proses penggilingan hingga menjadi beras hanya memakan waktu kurang dari satu hari. Biasanya penggilingan dengan cara konvensional bisa mencapai satu pekan. Ide melakukan efisiensi dalam proses penggilingan gabah hingga menjadi beras yang sudah dipak karena pengalaman pribadinya.
“Ide ini muncul karena datang dari kesulitan yang saya hadapi. Dulu, kalau musim hujan gabah itu tak laku karena mesin penggilingan tak bisa menerima kalau kami tak bisa menjemurnya,” terang pria yang sudah 25 tahun berkecimpung di bidang pertanian ini.
Berbagai langkah yang dilakukannya akhirnya berbuah manis. Luwarso berhasil mengefisienkan proses dari mulai pengeringan gabah hingga akhirnya menjadi beras dalam kemasan. “Hanya butuh waktu sekitar 23 jam saja. Jika dibandingkan cara-cara konvensional yang memakan waktu satu pekan, tentunya cara ini lebih efektif dan efisien,” tuturnya.
Dengan mesin teknologi tepat guna yang diaplikasikannya saat ini, Luwarso berharap para petani di Indonesia bisa mengadopsi cara-cara itu sehingga bisa lebih menghemat waktu dan biaya produksi. Dia pun berharap bisa membantu pemerintah dalam mengontrol keseimbangan harga di tingkat petani, pedagang, dan konsumen.
“Apa yang kami lakukan ini mudah-mudahan berdampak positif bagi petani lainnya. Pada prinsipnya, cara ini untuk mengefisiensikan proses produksi sehingga bisa mengatur manajemen suplainya,” tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku sudah lama mendengar terdapat Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) Pangan Terhubung di Kabupaten Sukabumi. Ketika kunjungan kerja ke sana, Presiden tak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat sendiri kabar tersebut.
Presiden pun kagum karena teknologi tepat guna yang diterapkan bisa menghasilkan produk unggulan. “Ada economic skill yang dikerjakan secara modern. Kemasannya juga sangat modern dan menarik sehingga bisa masuk ritel,” puji Presiden yang akan mengundang Luwarso ke Istana.
Presiden Jokowi berharap proses yang dilaksanakan di Koperasi Ar-Rohmah itu bisa diaplikasikannya di daerah lain. Artinya, Kabupaten Sukabumi bisa menjadi percontohan. (Benny Bastiandy/OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved