Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Usai Santap Sate Kambing, Puluhan Warga Cicurug Keracunan

Benny Bastiandy
02/9/2017 21:20
Usai Santap Sate Kambing, Puluhan Warga Cicurug Keracunan
(MI/Rommy Pujianto)

PULUHAN warga Kampung Pasir Angin RT 03/04 Desa Kutajaya Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga keracunan usai menyantap sate kambing, Sabtu (2/9). Belum diketahui persis sumber penyebab yang mengakibatkan 33 warga di wilayah tersebut mengalami gejala mual, pusing, serta muntah-muntah.

Kini dari 33 orang yang terindikasi keracunan, sebanyak 21 orang di antaranya harus menjalani rawat inap di dua tempat berbeda. Sebanyak 14 orang dirawat di Puskesmas Cicurug dan tujuh orang lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Betha Medicare Cicurug.

Berdasarkan informasi gejala mual, pusing, disertai muntah-muntah yang dialami puluhan warga itu bermula ketika mereka usai menyantap daging kambing kurban secara beramai-ramai yang diolah menjadi sate, Jumat (1/9).

Selang beberapa jam kemudian, satu per satu korban merasakan pusing, mual, hingga mengalami muntah-muntah. Bukan hanya satu atau dua orang yang mengalaminya tapi mencapai 33 orang.

Dari 33 warga yang mengalami gejala keracunan itu sebanyak empat orang berobat sendiri ke dokter dan 29 orang lainnya ke puskesmas. Namun dari 29 orang itu tujuh orang di antaranya dirujuk ke RS Betha Medicare Cicurug lantaran kondisinya cukup kritis.

"Setelah beberapa jam makan sate kambing, kepala saya pusing," kata Ramdani, warga setempat, Sabtu (2/9). Gejala yang dialami Ramdani ternyata dirasakan juga warga lainnya.

Melihat kondisi saat itu, warga lainnya membawa korban ke puskesmas. Tim medis segera memberikan pertolongan pertama dengan memberikan cairan infusan untuk menghindari dehidrasi serta sejumlah obat lainnya.

"Keluarga adik saya juga ikut jadi korban. Mereka merasakan pusing dan mual. Anak adik saya (keponakan) juga yang baru berusia tiga tahun ikut keracunan," timpal Rahmat, 44, warga lainnya di Puskesmas Cicurug.

Kepala Puskesmas Cicurug Teddi Mulyadi belum bisa memastikan penyebab dugaan keracunan yang dialami puluhan warga Kampung Pasir Angin itu. Tapi Teddi mengaku sudah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi warga sebelum mengalami dugaan keracunan. "Tadi sudah kami periksa," tukas Teddi.

Hasil pemeriksaan sementara, kata Teddi, beberapa di antara mereka sudah bisa pulang. Tapi sebagian lagi harus dirawat intensif karena kondisinya belum memungkinkan untuk pulang. "Sebagian dirawat di sini dan sebagian lagi dibawa ke Rumah Sakit Betha Medicare," ujarnya.

Terbatasnya ruangan dan tempat tidur membuat semua pasien diduga korban keracunan itu tak bisa dirawat di puskesmas. Pihak puskesmas pun meminta bantuan veldbed dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebanyak 30 unit. "Tadi sekitar pukul 20.00 WIB veldbed-nya tiba dari BPBD. Sekarang yang sedang dalam perawatan di puskesmas sebanyak 14 orang," tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya