Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Kecelakaan Maut di Tol Cipali 5 Orang Meningqal Dunia

Nurul Hidayah
02/9/2017 17:18
Kecelakaan Maut di Tol Cipali 5 Orang Meningqal Dunia
(MI/Ramdani)

SEBANYAK 5 orang dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan di tol Cipali pada liburan Idul Adha kali ini. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan terjadi di tol Cikopo-Palimanan (Cipali) km 132.600 tepatnya di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jumat (1/9) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kejadian bermula saat sebuah minibus Toyota Kijang dengan nopol B 1004 EMR bergerak dari arah Cirebon menuju Jakarta, atau di jalur B. Minibus yang dikemudikan oleh Ahmad Nur Aman tersebut tengah melaju ketika tiba-tiba ban belakang kanan pecah.

Diduga pengemudi tidak bisa mengendalikan laju kendaraan akibat ban yang pecah sehingga terbalik hingga ke jalur sebaliknya, yaitu jalur A, jalur Jakarta menuju Cirebon. Pada saat yang bersamaan juga ada sebuah Daihatsu Xenia dengan nopol B 1171 UOZ yang dikemudikan oleh Imam Sugianto. Mobil Kijang ini kemudian menimpa mobil Daihatsu Xenia tersebut.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 5 orang meninggal dunia. Korban yang meninggal berasal dari mobil Kijang. Sebanyak 2 orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan 3 lainnya meninggal saat tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Ada pun korban meninggal masing-masing atas nama Sabar,40, Fauza 3 tahun, Siti Juhriah, 43 tahun, Yasin, 13 tahun dan Sabira, 18 tahun. Sedangkan korban yang mengalami luka masing-masing atas nama Saefudin,48, Siti Atisah,46, Qonita binti Sabar Harianto,11, warga Desa Ileubeut Kecamatan Sukaraja, Bogor, Sumayah bintih Saefudin,16, warga Perum Sukatani, Kecamatan Tapos, Depok. "Korban dibawa ke RSUD Ciereng Subang dan RS Mutiara Hati Subang," kata Kasatlantas Polres Indramayu AKP Asep Nugraha, Sabtu (2/9).

Sedangkan untuk sopir kijang atas nama Ahmad Nur Aman bin Ata, 40, warga Jalan Semangka No VI S 133 RT 12 RW 18 Desa Sukatani, Kecamatan Tapos Kabupaten Depok, menurut Asep juga tengah menjalani perawatan di RSUD Cierang, Subang. Untuk sementara sopir kijang, Ahmad Nur Aman ditetapkan sebagai tersangka. “Tapi kondisinya sekarang juga kritis," kata Asep.

Saat ini, lanjut Asep, pihaknya masih melakukan olah di tempat kejadian perkara (TKP). Mengenai penyebab pecahnya ban apakah karena kecepatan tinggi atau karena tidak layak, menurut Asep saat ini juga masih dalam penyelidikan. "Yang jelas saat di TKP kami menemukan ban kanan belakang yang pecah," kata Asep.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya