Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Ridwan Kamil Pastikan Raih Dukungan PKB

Bayu Anggoro
31/8/2017 08:37
Ridwan Kamil Pastikan Raih Dukungan PKB
(ANTARA/FAHRUL JAYADIPUTRA)

WALI Kota Ban­dung Ridwan Kamil (Emil) memastikan PKB akan turut mengusungnya pada ajang Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018.

“Alhamdulillah, PKB sudah resmi mendukung saya,” kata Emil di Bandung, kemarin.

Dia melanjutkan kepastian itu didapat sebagai hasil komunikasi politik yang berjalan. Dirinya juga mengaku menyanggupi beberapa permintaan yang diajukan PKB, seperti membangun koalisi dengan partai nasionalis dan religius serta membangun Jabar bagian selatan.

Untuk koalisi partai nasionalis-religius, menurutnya, tidak ada masalah. Apalagi, dirinya sejak awal sudah diusung Partai NasDem yang memiliki haluan nasionalis. “Untuk religinya, diwakili PKB,” ujarnya.

Soal pembangunan di bagian selatan Jabar yang merupakan daerah perdesaan, Emil pun menyanggupinya.

Dia mengaku telah memetakan persoalan di Jabar. Salah satunya menyangkut perekonomian yang di dalamnya terdapat persoalan lapangan kerja, daya beli, dan ketersediaan pangan. “Tanpa diminta pun, pilar pembangunan desa akan saya lakukan,” kata dia.

Emil menegaskan kultur pembangunan kota yang dilakukan saat ini semata-mata karena ia menjabat wali kota, wilayah perkotaan paling padat di Jawa Barat.

“Jadi bukan saya tidak bisa membangun desa. Sekarang takdir saya saja memimpin kota,” kata dia.

Partai NasDem telah mendeklarasikan dukungan terhadap Emil pada 19 Maret. Emil menyetujui tiga syarat yang diajukan Partai NasDem.

Ketiga syarat itu ialah menjadikan Jabar sebagai benteng Pancasila. Kedua, Emil tidak bergabung dengan parpol mana pun. Ketiga, Emil harus mampu mengonsolidasikan roda pemerintahan.

Dengan gabungan Partai NasDem dan PKB, Emil me­ngantongi 12 kursi sehingga, masih butuh sedikitnya delapan kursi lagi untuk memenuhi syarat pencalonan.

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengaku tetap menjalin komunikasi dengan para kandidat, termasuk Emil.

Akan tetapi, dirinya masih menunggu putusan resmi dari DPP PPP kubu Romahurmuziy.

“DPP PPP sudah ada gambar­an tentang saya, tetapi belum saatnya disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Meski masih menanti putusan, Uu mengaku tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat. DPP PPP tidak melarang, malah memberikan dukungan agar terus melangkah dan menjaring aspirasi guna meningkatkan elektabilitas dan popularitas,” kata dia.

Survei kiai
Mengenai pilgub Jawa Timur, Direktur Eksekutif Polltrend Khoirul Yahya memaparkan kiai di Jatim menginginkan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) maju dalam pilgub.

Hal itu dia ungkapkan saat memaparkan hasil survei terhadap 61 kiai di Jatim. “Survei digelar dengan mendatangi 61 kiai yang mewakili empat tipologi kiai. Semua jawabannya sama,” kata Khoirul.

Empat tipologi itu ialah kiai pesantren, kiai panggung, kiai tarekat, dan kiai politik.

Menurut dia, popularitas Gus Ipul telah mencapai 100%. “Artinya seluruh kiai yang disurvei mengenal Gus Ipul,” kata dia.

Popularitas Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, menurut dia, baru 93,4%.

Untuk elektabilitas, sambung dia, Gus Ipul mencapai 72,1% dan Khofifah 16,4%.

Elektabilitas calon wakil gubernur Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas 27,9%, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 21,3%, dan Khofifah 16,4%. (AD/RF/FL/PS/N-1)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya