Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAN tapi pasti, Ridwan Kamil mendapat dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk berlaga di pemilihan gubernur Jawa Barat 2018.
Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda membenarkan telah menerima arahan dari struktur pusat untuk mendukung Ridwan Kamil. Hal ini sudah menjadi sikap politik yang diputuskan DPP PKB, kendati belum meresmikan dukungan kepada Wali Kota Bandung itu.
“Semakin cepat deklarasi semakin bagus. Sebab, pernyataan resmi harus segera dilakukan agar struktur partai di tingkat bawah bisa segera berkonsolidasi,” ujar Syaiful di Bandung, Jabar, kemarin.
Deklarasi itu merupakan langkah awal pemenangan. Kendati bertekad mengusung Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, Syaiful menegaskan PKB tidak memaksa minta posisi calon wakil gubernur. Meski memiliki nama yang akan diusung sebagai pendamping Emil, PKB tidak akan menarik dukungan ketika kadernya itu tidak terpilih.
“Kami tidak akan menarik dukungan, meski kader kami tidak terpilih,” ujarnya. Hanya saja dia meminta Emil serius dalam menata wilayah selatan Jabar ketika terpilih nanti sebagai gubernur. Pembangunan di tingkat desa harus dilakukan untuk pemerataan pembangunan.
Selain membangun infrastruktur jalan dan pengairan, menurutnya Emil harus memiliki konsep yang matang untuk mengembangkan potensi wisata. Dia berharap desa-desa wisata bisa terbangun di tatar Parahyangan bagian bawah ini.
Dengan pengembangan wisata, dia optimistis kultur masyarakat Sunda yang ramah dan terbuka akan semakin lebih baik lagi. “Lebih sering berinteraksi dengan masyarakat luar (wisatawan), saya yakin tidak akan ada radikalisme di Jawa Barat,” imbuhnya.
Koalisi baru
Sementara itu, PAN Jabar menyatakan koalisi baru telah terbentuk menjelang pilkada. Setiap partai akan mengusung calon tergantung dari hasil survei.
Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPW PAN Jabar Hasbullah menjelaskan, pertemuan dengan Partai Demokrat, PPP, dan PAN telah menghasilkan sejumlah kesepakatan. “Kita sepakat untuk membentuk koalisi baru di Jabar,” kata Hasbullah.
Dengan Demokrat yang memiliki 12 kursi, PPP 9 kursi, dan PAN 4 kursi, merupakan jumlah yang mencukupi untuk membentuk koalisi baru dalam pilkada di Jabar.
Kepakatan lainnya ialah pilkada Jabar tidak boleh berdampak seperti di DKI Jakarta. Kemudian setiap tim dari ketiga partai tersebut membentuk tim kecil. “Tim ini nantinya bertugas melakukan kajian terhadap perspektif Jabar ke depan yang lebih visioner. Sehingga sudah ada cetak birunya dan tidak memberikan cek kosong,” tukas Hasbullah.
Mengenai sejumlah nama yang akan diusung, Hasbullah menuturkan masing-masing partai memiliki kader internal. Demokrat misalnya memiliki Iwan Sulanjana, PPP memiliki Uu Ruzhanul Ulum, dan PAN ada Bima Arya dan Desi Ratnasari.
Sekjen PAN Eddy Soeparno menjelaskan, pihaknya pada pilkada serentak 2018 menargetkan menang di angka lebih dari 50%. “Pada 2015 kemenangan kita 42%, 2017 mencapai 48%. Nah, tahun ini kita mencoba tembus di atas 50%,” tandas Eddy. (UL/OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved