Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BANDARA baru di Daerah Istimewa Yogyakarta akan dibangun di pesisir pantai selatan di Kabupaten Kulon Progo. Ancaman keberadaannya ialah tsunami dan gempa bumi.
Ternyata ancaman itu sudah diantisipasi pemerintah. Seperti diungkapkan Asisten Deputi Bidang Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata, Kementerian Koordinator Maritim, Rahman Hidayat, berbagai kajian mengenai ancaman bencana, termasuk soal mitigasi bencana, sudah disiapkan pemerintah. Salah satunya dengan mengombinasikan rekayasa ruang dengan bukit-bukit pasir.
Ia mengakui lokasi bandara baru berada di pertemuan tiga lempeng besar di sepanjang Pulau Jawa bagian selatan. “Kita diberi berkah daerah potensi gempa dan tsunami, tapi bukan berarti kita harus pasrah,” katanya saat berbicara di University Club, Universitas Gadjah Mada, kemarin.
Rahman memberi contoh Jepang, yang berhasil membangun walau daerahnya merupakan daerah rawan bencana. “Jika Jepang bisa, Indonesia pun juga bisa.”
Prof Nur Yuwono, peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM menjelaskan, pemilihan lokasi bandara telah dikaji dengan detail. Contoh mitigasi yang bisa diterapkan untuk meminimalisasi ancaman bencana, misalnya menaikkan landas pacu hingga 7 meter.
“Selain itu juga bisa dibuat sabuk hijau di sepanjang garis pantai, dan escape building dengan ketinggian 23 meter dari permukaan tanah,” tandasnya.
Di Bojonegoro, Jawa Timur, sebanyak 430 perwakilan desa mengikuti pelatihan penanggulangan bencana. “Tujuan pelatihan agar penanganan bencana bisa berlangsung dengan cepat dan tepat. Apalagi, Kabupaten Bojonegoro juga rawan berbagai bencana alam,” kata Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Andik Sudjarwo.
Dalam pelatihan, peserta juga diajak membangun budaya kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi bencana.
“Peserta diharapkan juga bisa menyebarluaskan kemampuan penanggulangan bencana kepada warga lain,” tandas Andik. (AT/YK/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved