Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Konflik di Perairan Rawa Kalsel Kembali Telan Korban Jiwa

Denny Susanto
30/8/2017 09:07
Konflik di Perairan Rawa Kalsel Kembali Telan Korban Jiwa
(Ilustrasi -- Istimewa)

KONFLIK terkait perebutan areal tangkapan ikan di perairan rawa Kalimantan Selatan kembali menelan korban jiwa. Dua nelayan yang mencari ikan dengan menggunakan setrum di wilayah Sungai Handil, Desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah ditembak petugas Polisi Air, satu diantaranya tewas.

Kepala Bagian Humas Polda Kalsel, M Rivai, Rabu (30/8) mengatakan peristiwa penembakan dua orang warga pencari ikan di perairan rawa tersebut terjadi pada Selasa (29/8) dan ditangani Polres Hulu Sungai Tengah.

"Awalnya petugas Polisi Air melakukan partoli perairan bersama warga setempat dan mendapati adanya aktifitas penangkapan ikan oleh warga desa dengan setrum yang memang dilarang," tuturnya.

Petugas sempat melakukan tembakan peringatan, namun para pencari ikan yang berjumlah sekitar 30 orang diduga akan melakukan perlawan karena rata-rata membawa senjata tajam jenis parang. Dengan alasan terancam polisi menembak dua orang pencari ikan.

Kedua nelayan rawa korban penembakan petugas Polair Hulu Sungai Tengah ini masing-masing bernama Ibrahim yang mengalami luka tembak di bagian paha serta Arbain tertembak di bagian belakang dan akhirnya tewas.

Kedua korban adalah warga Desa Sungai Buluh. Kondisi di lapangan sempat memanas namun kini berangsur kondusif.

Konflik perebutan areal tangkap ikan di perairan rawa yang berujung bentrok antarwarga maupun dengan petugas ini sudah beberapa kali terjadi. Kepala Badan Kesbanglinmas Kalsel, Taufiq Sugiono mengatakan potensi konflik di wilayah perairan rawa-rawa di Kalsel cukup tinggi.

Hal itu terjadi, tidak hanya di Hulu Sungai Tengah, konflik perebutan areal tangkap ikan juga pernah terjadi di perairan rawa Danau Bangkau Hulu Sungai Selatan.

Pada saat kemarau seperti sekarang ini areal rawa lebak di Kalsel mendatangkan berkah bagi masyarakat sekitar. Rawa yang kering mencapai hampir 100.000 hektare dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian padi dan palawija dan menyumbang 20 persen produksi padi Kalsel.

Selain itu rawa yang mengering merupakan masa panen melimpah ikan rawa (sungai). Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya konflik perebutan areal tangkap ikan di perairan rawa.

Perairan rawa di perbatasan antara kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Tengah adalah sumber penghasil ikan air tawar dan menjadi mata pencaharian warga dua kabupaten. Belakangan sering terjadi sengketa antarwarga terkait penggunaan alat setrum untuk menangkap ikan yang memang di larang pemerintah. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya