Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Penghargaan bagi Aparat yang Kukuh

Faishol Taselan
30/8/2017 09:07
Penghargaan bagi Aparat yang Kukuh
(ANTARA/UMARUL FARUQ)

GODAAN narkoba tidak selamanya menggoyahkan. Sikap itulah yang diperlihatkan tujuh anggota Kepolisian Daerah Jawa Timur. Mereka dinilai gigih memberantas narkoba. Tangkapan terakhir, 9 kilogram sabu dari Jakarta. Dua pelaku diringkus.

Kemarin, tujuh anggota itu dipanggil Kepala Polda Jawa Timur Inspektur Jenderal Machfud Arifin. Mereka mendapat penghargaan dari sang jenderal. Ketujuh anggota itu terdiri atas 1 komisaris besar, 2 ajun komisaris besar, dan 4 lainnya berpangkat brigadir.

“Penghargaan ini diharapkan bisa memotivasi anggota lain untuk intens mengungkap peredaran narkoba di wilayahnya. Tindakan tegas mereka mampu memberi peringatan kepada pelaku kejahatan lain bahwa mereka akan mendapat tindakan tegas jika masuk ke Jawa Timur,” kata Machfud.

Sebaliknya ia juga memperingatkan anggota yang melakukan kesalahan atau pelanggaran. “Hukuman tegas akan menanti mereka. Ada rewards and punishment. Yang salah tetap ditindak. Yang berbuat buruk atau melakukan kesalahan dan jadi beban organisasi akan kami tindak.”

Machfud mengakui, tahun ini di Polda Jawa Timur tercatat ada 309 anggota yang melakukan pelanggaran dan pidana. Di antara mereka, sejumlah anggota terlibat dalam penyalahgunaan narkboa.

Polisi pengedar
Selain polisi baik, polisi buruk juga mewarnai tubuh aparat keamanan. Di Karawang, Jawa Barat, sembilan anggota Kepolisian Sektor Rengasdengklok tersangkut penyalahgunaan narkoba.

Satu orang ditangkap Kepolisian Resor Metro Bekasi. Dia diduga menjadi pengedar sabu. Dari tangannya, disita empat paket narkoba.

“Kami menindaklanjuti penangkapan ini dengan melakukan tes urine. Hasilnya, delapan anggota polsek positif menggunakan sabu,” aku Kapolres Karawang AKB Ade Ary Syam Indradi.

Ade berjanji akan terus mengembangkan temuan itu. “Kami akan selidiki asal sabu yang mereka konsumsi. Kami juga akan memberi sanksi tegas kepada mereka.”

Tak hanya polisi, enam pegawai negeri sipil di Pemerintah Kota Cimahi juga didapati positif mengonsumsi narkoba. Hasil itu didapat setelah Badan Narkotika Nasional Cimahi melakukan tes urine terhadap 471 PNS, Senin (28/8).

“Kami sudah lakukan tes ulang. Dari enam orang itu, empat orang negatif dan satu positif. Kami menunggu assesment dari BNN Kota Cimahi sebelum mengambil tindakan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Harjono.

Dari sejumlah daerah, kemarin, dilaporkan upaya penyelundupan narkoba terus dilakukan sindikat. Di Sidoarjo, Jawa Timur, MS, 53, TKI yang baru pulang dari Johor Bahru, Malaysia, kedapatan membawa 1,9 kilogram sabu.

“Sabu akan dibawa ke Madura. Pelaku ditangkap sesaat setelah turun dari pesawat Air Asia,” kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Juanda, Muhammad Moelyono.

Penangkapan juga dilakukan Polres Nunukan, Kali-mantan Utara, terhadap Yansel, seorang kurir dan Ananda Putra, bandar sabu. Dari ­tangan mereka disita 500 gram sabu. “Sabu disembunyikan dalam lipatan celana oleh Yansel, yang membawanya dari Tawau, Malaysia. Barang itu akan diserahkan kepada Ananda, warga Makassar, Sulsel,” kata Kapolres Nunukan AKB Jepri Yuniardi.

Kemarin, Polres Klaten, Jateng, juga meringkus enam pengedar dan pengguna narkoba. (CS/DG/HS/VR/JS/N-2)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya