Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Provinsi Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan melarang penjualan mineral ikutan timah ke luar daerah, baik antarpulau maupun diekspor.
Larangan itu di sampaikanya. di sela kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2017-2022, Selasa (29/8). Menurut Erzaldi, mineral ikutan yang selama ini dijual bebas oleh perusahaan pertambangan, dikarenakan belum adanya aturan tegas tentang pertambangan di Provinsi Babel.
"Kebijakan energi, melarang mineral ikutan, dilarang diekspor, kita tahan, ini sumber duit harta untuk anak cucu, kalau dikirim kemana-mana kita dapat apa, makanya saya tegaskan tidak boleh dikirim," kata Erzaldi dengan suara lantang.
Ia menginginkan, adanya perubahan dalam pola pertambangan di Babel, jangan sampai menimbulkan banyak kerusakan, bumi Babel hancur namun ketika bencana terjadi, para pengusaha hanya duduk santai dan rakyat yang menderita.
"Jangan nambang bumi kita rusak, orang Babel dapet rusak e, pengusaha dapet untungnya, uangnya dibawa, ketika musibah kita kewalahan memulihkan kondisi pasca bencana sementara pengusaha ungkang-ungkang (goyang) kaki," ujarnya.
Peraturan yang dimaksud, lanjut Erzaldi ketika ditanya wartawan, saat ini masih diselesaikan dan ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu ke depan.
"Perda lagi di konsep buat draf dalam rangka pengoptimalan pertambangan ini, makanya kepala ESDM harus cerdas, bagaimana berdayakan kualitas sumber daya alam yang ada, merangkai pasal pasal perda agar bermanfaat bagi masyarakat, " ujarnya.
Jika negara maju membutuhkan mineral ikutan dari Babel, ia menganjurkan agar perusahaan tersebut membuka pabrik pengolahan di Babel, sehingga selain industri hilir ada di Babel, juga mampu menyerap tenaga kerja.
Mantan Bupati Bateng ini menuturkan, alasan dia menghentikan sementara izin tambang ini, dikarenakan deposit timah saat ini sudah berkurang, tetapi mineral ikutan yang ada belum termanfaatkan.
"Sejak dari dulu mineral ikutan ada, tapi belum dimanfaatkan, kenapa? Jadi sehabis timah bukan berarti tak ada potensi lagi, ada potensi lain yang harus dioptimalkan, ini tambang, kalau dikelola dikit saja jadi bernilai, kalau dibawa keluar kita dapat apa, boleh keluar tapi proses mengembangkannya di Babel," ulasnya.
Ia menegaskan, penjualan mineral ikutan ke laut juga harus mengantongi izin dirinya, jika ada yang kirim tanpa rekomendasi tidak diperbolehkan. "Saya targetkan Pergub selesai dua Minggu lagi, setelah itu kita siap menjalankannya tata pertambangan dengan aturan yang lebih baik," janjinya.
Dia menambahkan terkait dengan bursa timah ICDX sekali lagi dia tegas tidak memberikan kontribusi terhadap pembangunan Babel. Kehadiran ICDX tidak memberikan perubahan harga timah.
"Tidak, saya katakan bagi Babel ICDX tidak berkontribusi, saya tidak mau itu, mana ada harga timah tinggi gara-gara ICDX," tegas Erzaldi.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved