Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Jadi Kota Musik Dunia, Ambon Disarankan Siapkan 'Music Camp'

MICOM
26/8/2017 15:13
Jadi Kota Musik Dunia, Ambon Disarankan Siapkan 'Music Camp'
(MI/Dzulfikri Putra Malawi)

MUSISI Dwiki Dharmawan mengusulkan kota Ambon menyiapkan sekolah musik atau "music camp" berupa kegiatan berbagai ilmu tentang musik bagi para musisi lokal guna mewujudkan ibu kota provinsi Maluku sebagai kota musik dunia.

"Sekolah musik tidak hanya dilakukan secara formal dengan infrastruktur penunjang yang memadai, tetapi bisa saja dilakukan melalui music camp seperti di salah satu pulau di provinsi Maluku, dengan melibatkan para akademisi atau praktisi musik yang ada di Ambon atau dari luar daerah," katanya saat simposium musik nasional, di Ambon, Sabtu (26/8).

Usul tersebut dikemukakan setelah ada pencanangan Ambon sebagai kota musik dunia. Menurut Dwiki hal itu haruslah ditindaklanjuti dengan investasi bisnis di bidang musik.

"Setelah kota ini dicanangkan sebagai kota musik dunia masyarakat Ambon yang pada dasarnya telah memiliki bakat dan DNA musik, harus memiliki investasi bagi pengembangan kota ini ke depan. Jangan sampai orang di luar Ambon yang mengendalikan bisnis musik di kota ini. Namun, bagaimana musik dapat meningkatkan perekonomian di Ambon," ujar Dwiki.

Dia menambahkan, membangun sekolah musik membutuhkan waktu yang cukup lama ditunjang infrastruktur pendukung serta kurikulum pendidikan. Yang dapat dilakukan saat ini melalui music camp, misal, dengan menghadirkan praktisi musik dan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di dalam maupun dari luar kota Ambon.

"Kurikulum di music camp bisa difokuskan ke komposisi musik, aransemen, music production, sehingga para musisi lokal dapat memahami bagaimana bermusik dengan benar, walaupun sudah ada bakat," ujarnya.

Menurut Dwiki, saat ini musisi Ambon juga masih terjebak pada musik populer yakni yang sedang berkembang sedangkan musik tradisional, kontemporer dan foklore berupa tarian dan puisi mulai ditinggalkan.

"Kita boleh saja mengikuti perkembangan musik yang ada, tetapi tidak boleh melupakan musik tradisional dan kontemporer sebagai bagian kearifan lokal," katanya.

Pola pendidikan bermusik di Ambon sebaiknya dimulai dengan music camp sambil membangun sekolah musik formal dibangun di kota ini. "Untuk membuat kegiatan musik tidak perlu menunggu infrastruktur musik dibangun, tetapi memanfaatkan apa yang ada saat ini sehingga upaya mewujudkan Ambon sebagai kota musik dapat terwujud," tandasnya.(Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya