Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PPP Jadi Partai Kelima bagi Gus Ipul

25/8/2017 09:30
PPP Jadi  Partai Kelima bagi Gus Ipul
(ANTARA/M RISYAL HIDAYAT)

LANGKAH Saifullah ‘Gus Ipul’ Yusuf untuk memborong dukungan semua partai politik di Jawa Timur terus dilakukan. Kemarin, ia resmi mendaftarkan diri sebagai calon gubernur ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jatim.

Dengan begitu, PPP ialah partai kelima yang didatanginya. Sebelumnya, Gus Ipul sudah mendaftarkan diri di Golkar, Demokrat, Hanura, dan PDIP. Ia pun merupakan calon pertama yang mendaftarkan diri ke PPP.

“Baru Gus Ipul yang daftar sejak kita membuka pendaftaran,” kata Ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noor di Surabaya.

Pada pendaftaran itu Gus Ipul juga membawa mahar Rp35 juta sebagaimana syarat yang diajukan PPP, bila ada calon nonkader yang mendaftar. “Saya tidak ada maksud memborong parpol, namun mengikuti proses demokrasi,” ujar Gus Ipul.

Sementara itu, di Temanggung, kendati memiliki empat kursi di DPRD, DPD Partai NasDem Kabupaten Temanggung tidak akan melakukan konvensi untuk menjaring calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) pada Pilkada 2018.

Menurut Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Temanggung Muh Sayid, pihaknya masih menunggu keputusan dan rekomendasi dari DPP, setelah sebelumnya pihak DPP melakukan survei elektabilitas kader dan bakal calon yang kemungkinan akan diusungnya. “NasDem kan tidak ada konvensi. Jadi keputusan diambil DPP dengan berbagai pertimbangan,” ujar Muh Sayid.

Sebaliknya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC PDIP Kabupaten Temanggung Subchan Bazari mengatakan, pendaftaran konvensi cabup-cawabup dari partainya akan dibuka pada Senin (28/8).

Di Kabupaten Pasuruan, Hanura terang-terangan memutuskan mengusung Bupati M Irsyad Yusuf dalam Pilkada 2018. Keputusan itu bukan semata-mata dukungan yang membabi buta terhadap petahana, melainkan didasarkan pada mekanisme yang berlaku di Hanura. Irsyad dianggap menjadi satu-satunya calon yang memenuhi persyaratan dalam proses penjaringan yang dilakukan.

Terkait dengan survei menjelang pilkada, Bupati Banyumas Achmad Husein tak ambil pusing dengan elektabilitasnya yang hanya 12,1%. Survei itu dilakukan Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) Semarang. “Saya tidak mau menanggapi hasil survei itu,” ujar Achmad. (FL/LD/TS/AB/OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya