Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Calon Wakil Emil Harus Diseleksi Dulu

Bayu Anggoro
25/8/2017 09:28
Calon Wakil Emil Harus Diseleksi Dulu
(MI/ARYA MANGGALA)

TIDAK mudah bagi PAN menyodorkan Bima Arya sebagai pendamping Ridwan Kamil dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2018. Perlu ada seleksi yang fair bila ingin bersanding.

Partai Nasional Demokrat (NasDem) berharap pemilihan sosok yang akan mendampingi Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, dilakukan sebaik mungkin. Salah satunya melalui proses seleksi agar lebih objektif dan pemilihannya berdasarkan kompetensi.

“Ada banyak partai yang menyodorkan nama sebagai pendamping Kang Emil. NasDem menghargai PAN dan tentunya siap untuk berkoalisi. Tapi saat ini kami tidak ingin berbicara soal wakil dulu,” ujar Ketua DPW Partai NasDem Jabar Saan Mustopa di Bandung, Jabar, kemarin.

Saan mengungkapkan selain Bima Arya yang disodorkan PAN, partai lain yang melakukan hal serupa ialah PPP, PKB, dan Hanura.

“PPP menyodorkan Kang Uu (Bupati Tasikmalaya) dan Pak Asep Maoshul. PKB ada Pak Cuncun, Hanura mengusulkan Kang Aceng (Fikri),” imbuhnya.

Beda tiga partai itu dengan PAN ialah tidak adanya ‘ancaman’ kalau kader mereka tidak jadi disandingkan dengan Emil. Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan sebelumnya terang-terangan akan mencabut dukungan jika Bima Arya tidak terpilih sebagai cawagub.

“Selain tentunya (posisi cawagub) diserahkan ke Kang Emil, akan lebih bagus jika diseleksi dulu. Dengan sisa waktu yang masih panjang, seleksi bisa dilakukan seperti melalui konvensi dan survei di masyarakat,” tutur Saan.

Lebih lanjut Saan menambahkan, kerja sama terbangun atas adanya kesamaan ideologi dan cita-cita dalam membangun Jabar agar lebih baik lagi.

“Bangunan koalisi berdasarkan idealisme dan gagasan politik untuk kepentingan masyarakat Jabar. Bukan berdasarkan kepentingan sesaat dan transaksional. Kita menghindari koalisi yang dibangun atas kepentingan sesaat,” paparnya. Saan pun menuturkan PKB dan PPP hampir pasti mengusung Emil juga.

Terus bersosialisasi
Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum masih terus melakukan sosialisasi untuk menaikkan elektabilitas dan popularitasnya. Ia mengklaim pencalonan sebagai cagub Jabar sudah didukung penuh DPP PPP.

“Kami berkeinginan menggantikan Ahmad Heryawan dan langkah itu telah didukung penuh DPP PPP, termasuk ulama,” tuturnya.

Di kesempatan berbeda, pemimpin umum Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya KH Asep Maoshul Affandy mengatakan ia tidak berambisi mencalonkan diri menjadi Gubernur/Wagub Jabar. Kalau namanya disebut-sebut, itu disebabkan pencalonan yang dilakukan masyarakat. “Saya tidak punya ambisi pribadi,” tuturnya.

Sementara itu, dalam perhelatan pemilihan Wali Kota/Wakil Wali Kota Sukabumi, tidak ada satu pun yang berasal dari kalangan selebritas ikut meramaikan bursa pencalonan.

“Mencalonkan atau tidak, yang pertama harus dilihat ialah dari sisi personalnya. Artinya, niat mencalonkan itu tergantung dari yang bersangkutan,” kata pengamat politik Sukabumi Asep Deni.

Beberapa selebritas asal Sukabumi seperti Desi Ratnasari, Shanti (penyanyi), dan Ananda Omesh tak terdengar ikut kontestasi. Dalam pandangan Asep, kalau mereka bagian dari parpol, sudah pasti pencalonan mereka harus direstui DPP. Popularitas tinggi belum tentu dibarengi tingkat keterpilihan (elektabilitas). (AD/BB/OL-4)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya