Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Sutiaji Terancam Dipecat dari PKB

22/8/2017 11:57
Sutiaji Terancam Dipecat dari PKB
(MI/BAGUS SURYO)

PENGURUS DPC PKB mendesak pemecatan Wakil Wali Kota Malang Sutiaji dari kepartaian. Sebabnya, Sutiaji mendaftarkan diri sebagai calon wali kota melalui PDIP tanpa izin.

“Usulan dari bawah agar dicabut saja keanggotaan di PKB. Sutiaji kan masih anggota PKB, tapi sudah melanggar aturan partai karena tidak pamit saat mendaftar calon wali kota di PDIP,” tegas Ketua Pemenangan Pemilu DPC PKB Kota Malang Arief Wahyudi di Malang, kemarin.

Sekretaris DPC PKB Malang Zamroni mengaku segera mendesak keputusan partai yang mencabut keanggotaan Sutiaji di PKB.

Kendati sikap Sutiaji tidak berdampak serius terhadap keutuhan PKB, lanjut dia, sikap seperti itu dinilai sebagai pelanggaran serius.

“Tidak ada dampak bagi PKB. Tidak ada pengaruhnya sama sekali. Harusnya apa pun yang dilakukan kader partai harus izin pengurus,” tegas Zamroni.

Pada 2013, pasangan Mochamad Anton-Sutiaji yang diusung PKB dan Gerindra memenangi pemilihan kepala daerah (pilkada). Saat itu mereka mengalahkan pasangan petahana Peni Suparto-Bambang Priyo Utomo yang diusung PDIP. Pada pilkada 2018, Sutiaji memilih mencalonkan diri dan mendaftar lewat PDIP.

Sementara itu, Mochamad Anton juga menjabat Ketua DPC PKB Kota Malang.

Dalam menanggapi hal itu, Sutiaji beranggapan berhak menentukan sikap politik. “Strateginya jelas. Saya tidak menjadi pengurus PKB. Daftar ke PDIP, kan, hak politik sebagai warga. Selain itu, kan semuanya belum final,” tegas Sutiaji.

Dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, DPD Partai Golkar telah menerima keputusan DPP Partai Golkar terkait dengan pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT.

Partai berlambang pohon beringin itu mengusung Emanuel Melkiades Laka Lena sebagai calon gubernur. Ibrahim mempertanyakan keputusan yang diambil tanpa mengacu hasil survei. “Prosedur penetapan calon gubernur melalui hasil survei,” ujarnya.

Survei terhadap delapan kader yang hendak diusung, menurut dia, baru dimulai pada 15 Agustus.

Melki Laka Lena menilai putusan DPP Golkar perwujudan suara rakyat. “Saya mengajak semua kekuatan terlibat dalam pemenangan.” (BN/HM/PO/LD/TS/UL/FR/YH/RF/LN/Ant/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya