Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Gus Ipul belum Pastikan Pendamping

22/8/2017 11:55
Gus Ipul belum Pastikan Pendamping
(ANTARA/M RISYAL HIDAYAT)

CALON gubernur (cagub) yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) belum bisa memastikan pasangan dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim).

“Masih belum. Terpenting, saya terus berkomunikasi dengan semua partai. Respons para pimpinan partai, semuanya juga positif,” kata Gus Ipul di Pasuruan, kemarin.

Termasuk perihal kemungkinan berpasangan dengan calon yang diusung PDIP. “Saya masih menunggu karena siapa yang akan diusung menjadi kewenangan dan sesuai dengan mekanisme partai masing-masing,” imbuhnya.

Mengenai beredarnya baliho bergambar dirinya dengan Bupati Ngawi yang juga Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Budi Sulistiyono, Gus Ipul mengaku tidak mengetahuinya.

“Kalau komunikasi dengan Pak Kanang, cukup bagus, tapi kalau yang memasang baliho itu, saya tidak tahu yang melakukannya. Malahan saya sendiri juga lagi mencari tahu,” kata Gus Ipul.

Sementara itu, organisasi kemasyarakatan Pro-Jokowi (Projo) Jatim dipastikan mendukung Mensos Khofifah Indar Parawansa dalam pilgub Jatim.

“Projo Jatim memiliki harapan besar agar Khofifah maju. Projo siap mendukung,” kata Ketua DPD Projo Jatim Suhandoyo.

Akan tetapi, dia mengaku kepastian itu menunggu Khofifah. “Tergantung mbak Khofifah. Kalau beliau sudah siap maju, kenapa tidak. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pasti akan merestui,” ujarnya.

Khofifah mengaku akan berkonsultasi dengan Presiden Jokowi karena masih fokus pada jabatannya sebagai menteri sosial.

Pakar komunikasi politik Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo menilai pasangan Gus Ipul dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas akan menjadi pasangan ideal.

“Dari sisi kebutuhan, mereka pasangan alternatif yang tepat di era sekarang,” ujarnya.

Menurut dia, kepemimpinan Jawa Timur ke depan yang diharapkan ialah pemimpin visioner dalam skala global karena provinsi ini sangat menjadi andalan Indonesia bertarung di level internasional.

Dengan demikian, kata dia, kepemimpinan ke depan harus merupakan gabungan tokoh yang mempunyai pengaruh kuat dan teknokrat andal. Dalam hal ini, lanjut dia, Gus Ipul pada karakter pertama ialah tokoh berpengaruh dalam konteks sosial ke masyarakat, sedangkan Anas telah membuktikan diri sebagai teknokrat serta arsitek yang bisa membawa perubahan di suatu wilayah. (AB/FL/Ant/N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya