Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

[WAWANCARA] Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman: Dapat Apresiasi dari Jiran

Bagus Himawan Pratomo
21/8/2017 10:11
[WAWANCARA] Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman: Dapat Apresiasi dari Jiran
(Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman---ANTARA)

PENGANTAR: Musim kemarau identik dengan kebakaran hutan dan lahan. Sejumlah daerah yang selalu jadi langganan mulai mengantisipasi dengan langkah dan perencanaan terukur.

-------

PERLU kerja sama semua pihak untuk mengatasi dan mengendalikan karhutla di Riau. Tidak boleh ada ego sektoral dalam masalah ini dengan menihilkan peran pihak lain. Kendati sudah mulai turun hujan di Bumi Lancang Kuning, antisipasi karhutla tetap dilakukan. Berikut petikan wawancara wartawan Media Indonesia Bagus Himawan Pratomo dengan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, kemarin (Minggu, 20/8). Berikut petikannya:

Bagaimana Pemprov mengantisipasi karhutla?
Belakangan hujan mulai turun walau sifatnya masih sporadis. Titik api muncul tapi tidak banyak sehingga selalu bisa dikendalikan tim satgas. Status siaga darurat bencana asap masih berlaku untuk periode Mei-November 2017. Kita enggak boleh lengah. Pada 2016 alhamdulillah bisa relatif bebas asap.

Itu bukti koordinasi apik pemprov dengan TNI, Polri, Kejaksaan, BNPB, hingga masyarakat. Semua pihak melakukan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan tupoksi.

Pejabat tinggi Singapura sempat ke Riau terkait dengan karhutla, apa yang dibicarakan?
Yang datang itu Menteri Senior Negara Kementerian Pertahanan dan Luar Negeri Singapura Muhammad Maliki bin Usman. Mereka sangat mengapresiasi langkah Riau bebas asap karena bencana asap selalu berimbas ke mereka. Semoga warga terus menyadari bahayanya membuka lahan dengan cara membakar. Perusahaan-perusahaan di bidang perkebunan dan kehutanan harus ikut andil dan proaktif memadamkan api di luar konsesinya.

Singapura menawarkan kerja sama apa?
Selain kerja sama mencegah dan mengatasi karhutla, Singapura menawarkan dukungan helikopter atau drone, sedangkan Satgas Penanggulangan Karhutla Riau menawarkan Singapura untuk terlibat dalam operasi pemadaman kebakaran lahan di Riau agar mereka memahami bagaimana kondisi yang berat di lapangan.

Selain itu, Singapura juga menawarkan kerja sama terkait dengan pengembangan lahan gambut untuk tanaman pangan. Kita berharap akademisi atau pihak universitas di Singapura membantu penelitian tentang tanaman apa yang cocok untuk lahan gambut itu.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya