Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGANTAR: Musim kemarau identik dengan kebakaran hutan dan lahan. Sejumlah daerah yang selalu jadi langganan mulai mengantisipasi dengan langkah dan perencanaan terukur.
-------
HADIRNYA musim kemarau menjadi masa paling rentan timbulnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Sumatra Selatan upaya mencegah dan menanggulangi karhutla sudah maksimal dilakukan, bahkan jauh sebelum masuknya musim kemarau. Terlebih akan menjadi tuan rumah Asian Games, Sumsel harus mampu mengatasi masalah tersebut. Wartawan Media Indonesia Dwi Apriani mewawancarai Gubernur Sumsel Alex Noerdin, beberapa waktu lalu. Berikut petikannya.
Pada 2015 Sumsel menjadi sorotan internasional karena bencana asap. Bagaimana sekarang mengatasinya?
Karhutla di 2016 turun sangat signifikan. Semoga 2017 tidak terulang lagi kejadian karhutla seperti 2015. Kita sudah melakukan banyak hal, mulai pencegahan yang melibatkan banyak pihak hingga upaya penanganan di lapangan.
Bagaimana penerapan siaga karhutla?
Kita sejak 1 Februari lalu sudah menetapkan status siaga bencana asap akibat karhutla. Kita lebih dulu menetapkan status itu jauh sebelum kemarau datang. Itu bentuk komitmen pencegahan karhutla tahun ini.
Untuk pemetaan di Sumsel, daerah mana saja yang jadi fokusnya?
Daerah rawan karhutla difokuskan pada daerah dengan lahan gambut dominan, seperti di Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Namun, bukan berarti daerah lain terabaikan. Kami juga fokus pada lahan mineral seperti di Pali, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Muara Enim. Kita akan turunkan 5.300 personel gabungan dari TNI, Polri, MPA, Manggala Agni, RPK, dan semua yang terkait.
Karhutla umumnya dimulai dari <>land clearing. Apa pendapat Anda?
Kita sudah melakukan sosialisasi hingga ke tingkat petani. Namun, tidak cukup hanya dengan sosialisasi dan maklumat sebab karhutla tetap saja bisa terjadi kalau tidak ada kompensasi. Dinas Pertanian telah membagikan 2.725 hand tractor dan 729 pompa air kepada petani di 17 kabupaten/kota se-Sumsel untuk membuka lahan tanpa membakar. Kita tidak boleh melarang tanpa memberikan solusi.
Belakangan ini sudah terdeteksi titik-titik panas. Bagaimana langkah penanganannya?
Sejak diketahui adanya titik panas, tim Satgas Darat Penanggulangan Karhutla sudah turun ke lapangan sekaligus memadamkannya. Memang sudah cukup terlihat adanya titik panas. Namun, bukan berarti semuanya titik api. Yang pasti hukum akan bicara bagi pelaku pembakaran. Tidak ada toleransi untuk pembakar lahan atau hutan. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved