Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGANTAR: Musim kemarau identik dengan kebakaran hutan dan lahan. Sejumlah daerah yang selalu jadi langganan mulai mengantisipasi dengan langkah dan perencanaan terukur.
-------
MENGENTASKAN masalah karhutla menjadi tekad Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli. Bersama tim Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) yang dikomandoi Danrem 042/Garuda Putih, ia bertekad mengentaskan masalah ini di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Genderang perang sudah dikumandangkan ke pelosok-pelosok wilayah. Wartawan Media Indonesia Solmi mewawancarai Zumi Zola dalam beberapa kesempatan, pekan lalu. Berikut petikannya.
Saat memasuki kemarau, ada ancaman karhutla di Jambi. Bagaimana Anda menyikapinya?
Jauh-jauh hari kita sudah waspadai dan tahun ini memang diprediksi lebih kering ketimbang 2016. Yang jelas kewaspadaan terus ditingkatkan. Dengan segala daya yang ada, kita berusaha keras membebaskan Jambi dari kabut asap. Kerja sama dengan masyarakat dan pelaku usaha perkebunan terus ditingkatkan. Mereka juga harus memperhatikan di luar lahan konsesi masing-masing. Kita tak mau kecolongan.
Faktanya, bukankah sejak pertengahan Juli hingga Agustus ini titik api masih bermunculan?
Menang benar. Wilayah Jambi demikian luas, memiliki hutan dan lahan yang rawan terbakar pada musim kemarau. Ini tantangan dan perlu semangat serta kesadaran bersama untuk mengantisipasinya dari segenap lapisan masyarakat. Namun, dengan segala keterbatasan tim Satgas Karhutla sudah berupaya keras dan cepat memadamkannya, termasuk jalan kaki ke lokasi yang tidak bisa ditempuh kendaraan. Saat ini kita tetapkan status siaga darurat karhutla sehingga penanganannya mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui BNPB.
Bantuan yang sudah diterima berupa apa saja?
Kita sudah mendapat bantuan tiga unit helikopter. Satu unit untuk tugas patroli karhutla, dua unit untuk melakukan water bombing. Semua sudah dioperasikan, dan setiap hari untuk membantu pemadaman di kawasan yang sulit terjangkau.
Sudahkah memadai?
Sesuai dengan yang dilaporkan Dansatgas Karhutla Jambi, untuk penanganan yang lebih optimal masih butuh satu unit heli lagi, khusus untuk water bombing.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved