Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Demi Pilgub Deddy Jadi Kader Gerindra

Bayu Anggoro
18/8/2017 08:52
Demi Pilgub Deddy Jadi Kader Gerindra
(ANTARA/AGUS BEBENG)

DEMI memuluskan langkah meraih dukungan penuh dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pun resmi menjadi kader Partai Gerindra.

Deddy menuturkan, dirinya menjadi kader partai tersebut pada Rabu (16/8) malam. Saat itu ia bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri di Jakarta.

Dalam pertemuan untuk membahas paket koalisi pada Pilgub Jabar 2018 itu juga hadir Ahmad Syaikhu, sosok yang disandingkan dengannya untuk menjadi cawagub. Deddy mengaku diminta untuk menjadi kader Partai Gerindra jika ingin diusung sebagai cagub. “Diminta untuk jadi kader karena maju (di pilgub) atas nama Gerindra. Deklarasi akan segera dilakukan,” ungkap Deddy seusai upacara bendera di Bandung, kemarin.

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi membenarkan Deddy telah menjadi kader partai. “Bapak ketua umum sudah memutuskan Gerindra akan mengusung Deddy Mizwar sebagai bakal cagub berpasangan dengan Ahmad Syaikhu,” ujarnya seraya menambahkan posisi Deddy di partai sebagai penasihat DPD Partai Gerindra Jabar.

Terus menjajaki
Partai NasDem Kota Cirebon terus melakukan penjajakan dengan sejumlah tokoh politik terkait dengan pencalonan wali kota dan wakil wali kota Cirebon.

“Untuk calon wali kota maupun wakilnya, tim kita sudah melakukan penjajakan ke sejumlah nama,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai NasDem Kota Cirebon Evy Wahyuningsih.

Evy menuturkan, pihaknya sudah bertemu salah satu pengusaha terkemuka di Cirebon Edi Suripno yang juga Ketua DPRD dan Ketua DPC PDIP Kota Cirebon.

Penjajakan secara pribadi juga dilakukan dengan Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis. Hal sama juga akan dilakukan kepada Ketua DPD PAN Kota Cirebon Dani Mardani. Langkah ini merupakan upaya mencari pasangan buat Ketua DPD Partai NasDem Kota Cirebon Eti Herawati yang bakal berlaga di Pilkada 2018.

“Namun apakah nantinya Eti Herawati diusung pada posisi wali kota maupun wakil, masih bergantung pada survei yang saat ini tengah dilakukan. Sejumlah nama yang dijajaki itu berdasarkan survei sementara menempati posisi yang cukup tinggi,” tukas Evy.

Partai NasDem di daerah diberi kewenangan untuk melakukan koalisi dengan partai mana pun.

Namun, keputusan untuk berkoalisi dengan siapa, tentunya akan koordinasikan dengan DPW dan DPP. “Keputusan ada pada mereka,” ungkapnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karawang memprediksi daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pilkada Jawa Barat 2018 mencapai 1,7 juta jiwa. Menurut Ketua KPU Kabupaten Karawang Risza Affiat, data syarat untuk menjadi DPT ialah memiliki KTP-E.

Dikatakannya, saat ini yang telah melakukan perekaman KTP-E kurang dari 1,6 juta jiwa. “Kalau data terakhir yang kita dapatkan itu kurang dari 1,6 juta yang sudah melakukan perekaman KTP-E,” ungkapnya.

Kekhawatiran lambatnya proses perekaman KTP-E yang menjadi syarat DPT tersebut dikejar pihak KPU setempat dengan mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karawang untuk melakukan proses jemput bola untuk warganya melakukan perekaman.

“Sekitar seminggu yang lalu kita sudah mengunjungi Disdukcapil. Kita meminta agar dilakukan jemput bola. Saat ini katanya mereka akan menyiapkan kantong-kantong baru perekaman KTP-E di kecamatan,” tandas Risza.

Ia mengungkapkan sebanyak 30 ribu lebih masyarakat Karawang belum melakukan perekaman KTP-E. Umumnya dari angka tersebut merupakan pemilih pemula. (UL/CS/OL-4)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya