Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

PAN Melirik Ridwan Kamil

Bayu Anggoro
15/8/2017 08:52
PAN Melirik Ridwan Kamil
(ANTARA/FAHRUL JAYADIPUTRA)

ANGIN segar ditiupkan Partai Amanat Nasional untuk Ridwan Kamil. Wali Kota Bandung yang akan berkompetisi di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 itu dinilai tepat untuk menjadi pemimpin Jawa Barat.

“Secara intelektual, kapasitasnya mumpuni. Dia nyantri, nyakola, dan nyunda. Semua itu ada di dia,” papar Plt Ketua PAN Jawa Barat Hasbullah Rahmad, di Bandung, kemarin.

Ia menyatakan partainya berpeluang untuk mengusung Emil terutama jika disandingkan dengan kader PAN sebagai wakil gubernurnya. “RK nomine tokoh yang layak selain Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi.”

Saat ini PAN Jawa Barat masih menggelar rapat koordinasi untuk mendengar usul dari pengurus cabang terkait dengan kandidat yang akan diusung. PAN memperoleh empat kursi dalam Pilkada Jabar 2014. Dukungan yang sudah diperoleh Emil baru dari NasDem yang memiliki 5 kursi di DPRD Jabar.

Saat diminta komentar, Emil mengaku siap jika disandingkan dengan Bima Arya, kader PAN yang juga Wali Kota Bogor. “Aspirasi warga Bogor terhadap Bima Arya sangat tinggi untuk ikut pilgub Jabar.”

Calon lain, Deddy Mizwar, mengaku tidak akan mempersoalkan elektabilitas calon pendampingnya. “Yang penting memiliki integritas dan tidak pernah berurusan dengan hukum.”

Kalau tidak membantu secara elektabilitas, lanjutnya, minimal tidak membawa perkara. “Jangan sampai elektabilitas tidak membantu dan malah membawa perkara. Salah itu.”

Dua partai yang disebut akan mendukung Deddy Mizwar, Gerindra dan PKS, sampai kemarin, belum mendeklarasikan pasangan yang akan diusung. “Semuanya masih cair,” kata Deddy.

Di Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum mengusulkan pembentukan koalisi poros tengah, gabungan PPP, Demokrat, dan PAN. “Koalisi ini sangat strategis. Kami menunggu keputusan pengurus pusat,” kata Bupati Tasikmalaya itu.

Kader PDIP di Jateng
Pada pilgub Jawa Tengah, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengaku bersyukur atas banyaknya kader partainya yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur. Selain Ganjar Pranowo, kader yang sudah mendaftar ialah Bupati Kudus Musthofa, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, dan mantan Bupati Klaten Sunarna.

“Semua kader memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bakal calon gubernur. Penentuannya akan ditentukan secara internal partai,” tuturnya saat mengunjungi Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Di Sumatra Utara, Panglima Kostrad Letjen Eddy Rahmayadi juga terus bergerak. Setelah mendaftar sebagai calon gubernur ke NasDem, kemarin lewat kuasanya, Ruslim Sembiring, ia mengambil formulir ke PDI Perjuangan.

“Terima kasih, partai kami sudah dipercaya oleh Pak Eddy,” ujar Sekretaris PDI Perjuangan Sumatra Utara Sutarto.

Di beberapa kabupaten dan kota, gelaran pilkada juga mulai menghangat. Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, PKB mengaku belum menentukan arah koalisi. “Kami masih terus berkonsolidasi di internal partai,” kata Dewan Penasihat PKB Kota Sukabumi Usep Ubaidillah.

PKB tidak mau terburu-buru menentukan arah koalisi. “Kami masih melakukan survei internal untuk mengkaji calon yang akan diusung,” lanjut Usep.

Pilkada 2018 di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, juga akan diramaikan kehadiran dua petahana, Bupati Achmad Husein dan wakilnya, Budhi Setiawan. Mereka akan maju lewat PDI Perjuangan.

“Saya akan mengambil formulir pada Jumat (18/8),” papar Achmad Husein.

Budhi yang masih menjabat Ketua PDIP Banyumas akan mengambil formulir sehari sesudahnya. (EM/AD/FR/PS/BB/LD/RF/N-2)

[email protected]



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya