Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI Golkar tidak menerapkan besaran biaya kampanye yang harus ditanggung calon kepala daerah yang diusungnya.
Hal serupa diungkapan Ketua Bapilu DPD I Partai Golkar Sulsel Kadir Halid. Menurutnya, bakal calon kepala daerah yang mendaftar di Golkar untuk maju di 12 kabupaten/kota tidak dikenai biaya apa pun.
“Terkait biaya kampanye itu akan mereka kelola sendiri di tim pemenangan (tim sukses) masing-masing. Mengenai besaran juga belum diketahui,” kilah Kadir di Makassar, Sulsel, kemarin.
Di sisi lain, Ketua Desk Pilkada DPD Partai Demokrat Sulsel Selle KS Dalle mengungkapkan partainya tidak membebani biaya survei pada bakal calon kepala daerah yang mendaftar di partai tersebut.
“Bakal calon diberi keleluasaan untuk memilih dan menentukan lembaga survei sesuai selera meski DPP menyarankan 14 lembaga survei yang ada. Selain itu, DPP juga menurunkan tim surveinya sendiri,” urai Selle.
Sementara itu, Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham secara tegas membeberkan alasan memilih dan merekomendasikan Ketua DPD Golkar Bali I Ketut Sudikerta maju dalam Pilgub Bali 2018.
“Kita sudah tentukan Sudikerta sebagai cagub. Penentuan itu didasarkan pada beberapa pertimbangan yang dilakukan terhadap dia,” ujarnya di Denpasar.
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Muhammad Irwansyah dengan penuh keyakinan diri bersiap maju sebagai cawagub di Sumatra Selatan. “Saya sudah tetapkan akan maju sebagai calon wakil gubernur pada Pilgub Sumsel 2018,” kata Irwansyah.
Untuk itu dia sudah mendaftar ke beberapa partai, termasuk melakukan pendekatan-pendekatan dengan parpol di Palembang. Ia menolak untuk maju kembali sebagai calon Wali Kota Pangkalpinang kendati sudah diperintahkan DPP PDIP.
Di Garut, Jabar, Bupati Rudy Gunawan menempati posisi teratas dalam tingkat popularitas. Petahana ini meraih 85,74% berdasarkan survei yang dilakukan Indonesia Research Institute (IRI). Direktur IRI Tino Nugroho mengatakan survei yang dilakukannya dalam tiga bulan terakhir menggunakan sistem random sampling dengan margin error 2%. Ia mengambil sampel 800 responden yang berada di 42 kecamatan.
Namun, Tino mengungkapkan tingginya popularitas petahana tidak menjamin akan menang mudah dalam pertarungan pilkada serentak 2018. (LN/RF/OL/AD/OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved