Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Warga Alami Krisis Air Bersih

26/7/2017 10:01
Warga Alami Krisis Air Bersih
(ANTARA/AMPELSA)

KEMARAU yang diperkirakan baru akan berakhir Agustus mendatang membuat debit air untuk pasokan PDAM Tirta Mountala, Kabupaten Aceh Besar, berkurang hingga 50%.

Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengatakan, selain faktor cuaca, pe-nebangan liar menjadi masalah utama yang menyebabkan sumber mata air di kawasan itu mengering. "Ada 11 ribu pelanggan PDAM Tirta Mountala di Kecamatan Darul Imarah mengalami krisis air bersih. Sumber air bersih itu kering bukan cuma akibat kemarau, melainkan juga penebangan liar di kawasan hutan," ujarnya, kemarin.

Mawardi menegaskan pihaknya akan bertindak tegas terhadap pelaku pembalakan liar di kawasan hutan di Kecamatan Lhoong dan Kecamatan Leupung.

"Dalam kondisi normal air yang disedot mencapai 150 liter/detik. Sekarang saat kemarau hanya mampu 75-80 liter/detik. Untuk itu harus dila-kukan pembagian air secara bergilir kepada pelanggan," ungkap Direktur PDAM Tirta Mountala Ahmad Riyaz.

Bukan cuma di Aceh yang mengalami kekeringan. Di Brebes, Jawa Tengah, kemarau yang sudah berlangsung hampir sebulan membuat puluhan hektare (ha) lahan penanaman tomat dan cabai tidak mendapat air. Seperti para petani di Desa Kaligangsa Kulon, Kecamatan Brebes, hanya bisa pasrah karena tomat dan cabai banyak yang rontok.

Di Bantul, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan meminta petani untuk menanam padi varietas unggul tahan wereng pada musim kemarau ini.

Selama ini petani kita senang menggunakan varietas IR64. Seharusnya mulai diganti varietas lain seperti Inpari, Ciherang, atau Situbagendit. Itu varietas yang lebih tahan terhadap wereng," ujar Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bantul Pulung Haryadi.

Di Indramayu, Jabar, angin yang bertiup kencang membuat nelayan dengan kapal tradisional tidak melaut. Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Indramayu Dedi Aryanto menjelaskan sejak Lebaran mereka sudah menganggur. Jumlah nelayan tradisional yang kini me-nganggur sekitar 10 ribu.

Kondisi serupa juga terjadi di Cilacap, Jateng. Badan Meteorologi klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di Samudra Hindia. Ketinggian gelombang mencapai 4 meter dengan kecepatan angin maksimal 20 knot.

"Kondisi cuaca di sebelah selatan Jateng dan DIY masih kurang kondusif. Kami imbau nelayan untuk waspada karena membahayakan perahu dan kapal milik mereka," ujar pengamat cuaca BMKG Cilacap Nurfaijin. FD/LD/JI/AU/UL/RZ/OL-4



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya