Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Kemepar Promosikan Wisata Kalimantan di Yogyakarta

Agus Utantoro
15/7/2017 10:27
Kemepar Promosikan Wisata Kalimantan di Yogyakarta
(Ist)

KEMENTERIAN Pariwisata menggandeng lima provinsi se-Kalimantan menggelar pameran dan promosi wisata di Jogja City Mall Yogyakarta selama tiga hari. Promosi bersama bertajuk Borneo Extravaganza 2017 merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan lima Pemerintah Provinsi se-Kalimantan.

Kelima Pemprov yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah tersebut sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata Kalimantan dalam mendukung Pesona Indonesia untuk mencapai target 275 juta perjalanan wisatawan Nusantara (wisnus) dan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2019.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, dipilihnya Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan pameran juga sangat tepat karena Yogyakarta merupakan sumber wisnus.

"Yogyakarta merupakan salah satu tujuan utama pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, sehingga selalu ada peningkatan jumlah wisman dan wisnus setiap tahunnya. Banyaknya penerbangan langsung dari Yogyakarta ke Kalimantan memudahkan aksesibilitas bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kalimantan," kata Esthy pada pemukaan Borneo Extravaganza 2017, Jumat (14/7) malam.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) ia menunjukkan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia dari Januari - Mei 2017 cukup progresif, yakni 5.358.489 orang. Angka itu naik 20,38% jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu.

Dari total 5.358.489 orang itu, sebanyak 4.687.721 orang masuk melalui 19 pintu masuk utama. Sedangkan, 670.768 orang tercatat masuk di luar 19 pintu masuk utama tersebut.

Esthy menjelaskan lebih lanjut, wisnus merupakan kekuatan pariwisata nasional karena setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Bila tahun ini wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak 265 juta dengan pengeluaran sekitar Rp241,08 triliun, dalam lima tahun ke depan akan menjadi 275 juta perjalanan dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan devisa dari wisman.

"Sektor pariwisata harus menjadi leading sector dalam pembangunan perekonomian nasional. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional akan menjadi 13%, devisa pariwisata sebesar Rp200 triliun, serta menciptakan 12 juta lapangan kerja. Dalam lima tahun ke depan jumlah kunjungan wisman menjadi 20 juta, perjalanan wisnus sebanyak 275 juta, dan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global akan berada di ranking 30 dunia dari posisi sekarang berada di ranking 42 dari 141 negara," tegas Esthy.

Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan menambahkan, pengembangan pariwisata Indonesia bertumpu pada potensi alam (nature) sebesar 35% yang dikembangkan dalam produk wisata bahari, wisata ekologi, dan wisata petualangan, sedangkan potensi budaya (culture) sebesar 60% dikembangkan dalam wisata heritage dan religi; wisata kuliner & belanja; dan wisata kota dan desa.

Untuk potensi wisata buatan (manmade) 5% dikembangkan dalam produk wisata MICE dan event, wisata olahraga, dan wisata kawasan terpadu (integrated resort). Kalimantan memiliki obyek wisata yang bertumpu pada nature, culture dan manmade resort, seperti wisata ekologi dan petualangan di kawasan konservasi Orang Utan Tanjung Puting, wisata bahari (diving) di Kepullauan Derawan, wisata sungai (river cruise) di Sungai Rungan dan Kahayan yang memiliki daya tarik kelas dunia.

"Begitu pula wisata budaya Dayak, Melayu, dan Tionghoa di Kota Singkawang, Kalbar menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kalimantan," kata Wawan.

Ia berharap, jika masa lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu didikotomikan, dari sektor migas dan nonmigas, ke depan menjadi sektor pariwisata dan nonpariwisata.

Menurut Inke Maris, sebagai penggagas sekaligus event organizer Borneo Extravaganza, penyelenggaraan event pameran pariwisata yang dimulai sejak 2004 tersebut berhasil mempersatukan seluruh provinsi di Kalimantan dalam melakukan promosi bersama.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik