Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Warga Keracunan Limbah B3

FL/MR/N-3
15/7/2017 05:31
Warga Keracunan Limbah B3
(ANTARA/Didik Suhartono)

RATUSAN warga Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, mengalami keracunan yang diduga dari limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) yang dibuang di sungai dan melintasi kawasan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/7) malam.

Saat itu, hanya ada beberapa warga yang mengalami mual dan muntah.

Namun, tidak lama kemudian ada ratusan orang mengalami hal sama.

Akibat mual dan muntah itu, warga setempat harus diungsikan ke masjid yang berlokasi di Jalan Raya Tambakosowilangun.

Bahkan, empat warga jatuh pingsan akibat sulit bernapas.

Muncul dugaan warga mengalami mual, muntah, dan pingsan akibat mencium bau menyengat di sungai.

Sumber bau diduga dari limbah B3.

"Saat ini empat warga yang pingsan sudah mendapatkan pertolongan intensif, sedangkan warga lainnya masih bertahan di masjid," terang Astutik, warga Tambakosowilangun, Surabaya.

Astutik menambahkan hingga kini warga masih takut pulang karena bau menyengat masih tercium.

Polrestabes Surabaya langsung mendapat laporan dari warga.

Saat mendatangi lokasi, polisi menangkap tiga pelaku pembuang limbah B3 ke Sungai Romokalisari.

Ketiga pelaku tersebut di antaranya Wawan, sopir kontainer pengangkut limbah bernopol L 9166 UV, dan dua pria yang menyuruh sopir untuk membuang muatan berbentuk cairan pekat.

Dari hasil penyelidikan, limbah B3 tersebut merupakan bahan impor dari Tiongkok.

Limbah tersebut menurut rencana dibuang ke perusahaan penampung.

Namun, limbah itu batal dibuang lantaran harga yang dipatok perusahaan penampung dianggap mahal.

Limbah itu akhirnya dibuang secara diam-diam ke Sungai Romokalisari yang tak juah dari rumah susun.

Untuk mengetahui kandungan limbah B3, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya langsung mengambil contoh cairan pekat dari kontainer.

"Melihat efek buruk yang menimpa warga, limbah tersebut dipastikan bahan beracun dan mampu mengancam jiwa," kata Kepala BLH Surabaya Musdiq Ali.

Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi juga menyita barang bukti berupa dokumen dan menangkap tiga pelakunya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya