Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA cabai di sejumlah tempat masih terus merosot.
Akibatnya, petani cabai merugi hingga jutaan rupiah. Seperti harga jual cabai rawit putih di tingkat petani di Temanggung, Jawa Tengah, yang anjlok dari Rp25 ribu per kg sebelum Lebaran menjadi Rp7.000 per kg dan cabai rawit dari Rp23 ribu menjadi Rp11 ribu per kg.
Anis, 22, petani di Desa Nggandu, Kecamatan Tembarak, Temanggung, mengatakan anjloknya harga cabai musim yang tidak menentu telah menurunkan kualitas cabai.
Di samping itu, menurut dia, penyebabnya ialah kondisi pasar yang sudah mulai sepi setelah lebaran.
"Kondisi cuaca tidak menentu dan hujan terus menyebabkan tanaman cabai diserang patek, hama wereng, dan ulat, sehingga kualitasnya buruk dan harganya pun murah," ujar Anis, kemarin.
Anis mengaku menanam 1.200 pohon cabai di lahan seluas 1.000 meter persegi.
Dari jumlah tersebut, ia hanya berhasil memanen 30 kg cabai keriting.
Untuk modal tanam, Anis harus mengeluarkan Rp9 juta.
Hasil panennya hanya mencapai Rp1,2 juta.
Dia merugi Rp7,8 juta.
Ketep, 50, petani di Desa Windusari, Kabupaten Magelang, merugi lebih besar. Apalagi, dia menanam cabai di lahan seluas 5.000 meter persegi.
"Kami berharap harga cabai bisa stabil dan menguntungkan petani," ujar dia.
Harga cabai di pasar tradisional di Bengkulu juga terus menurun. Cabai keriting dari Rp15 ribu menjadi Rp10 ribu per kg.
Umar, 45, pedagang cabai di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, mengatakan harga cabai rata-rata anjlok Rp5.000 per kg.
Sementara itu, Pemerintah Pro-vinsi Kalimantan Tengah mengembangkan 280 hektare lahan yang tersebar di empat kabupaten/kota sebagai sentra budi daya cabai.
Empat daerah itu ialah Kotawa-ringin Timur, Kotawaringin Barat, Kapuas, dan Palangkaraya.
Kepala Bidang Pengembangan Agrobisnis Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalteng Dewi Erowati memaparkan dari 280 hektare, sebanyak 269 ha dikembangkan sebagai hamparan tanah pertanian masyarakat.
"Sisanya yakni seluas 11 hektare dikonversi melalui sistem tanaman cabai dalam kantong polybag sebanyak 198 ribu polybag," jelasnya.
Asumsinya, di tiap hektare lahan akan ditaruh 18 ribu bibit cabai dalam polybag.
"Penggunaan polybag lebih cepat menghasilkan jika dibanding dengan sistem hamparan yang membutuhkan waktu relatif lama," ujarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved