Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Sepuluh Kawah di Dieng Terus Dipantau

Liliek Dharmawan
03/7/2017 15:07
Sepuluh Kawah di Dieng Terus Dipantau
(ANTARA)

PASCA meletupnya Kawah Sileri lokasi wisata di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, kemarin, Pos Pengamatan Gunung Api Dieng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memantau secara intens 10 kawah yang ada di sana.

Pemantauan secara intensif dilakukan di dua kawah yakni Kawah Sileri yang sempat meletus freatik dan Kawah Timbang. Hanya saja, sebetulnya naiknya aktivitas Kawah Sileri tidak berdampak pada 10 kawah lainnya.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng PVMBG Surip mengatakan bahwa pascameletusnya Kawah Sileri, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap 10 kawah yang ada di Dieng. "Dari 10 kawah tersebut, ada 2 kawah yang dipantau intensif yakni Kawah Sileri dan Kawah Timbang. Khusus untuk Kawah Sileri, statusnya masih pada aktif normal. Meski demikian, suhunya fluktuatif dan di bagian tengah kawah berkisar 73-74 derajat Celcius," jelasnya, Senin (3/7).

Surip menjelaskan pihaknya masih menetapkan zona larangan untuk mendekati Kawah Sileri pada radius 100 meter. Selain itu, obyek wisata air panas di sekitar kawah juga masih dilakukan penutupan. "Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak mendekati terlebih dahulu Kawah Sileri. Larangan mendekat masih belum akan dicabut," ujarnya.

Pada bagian lain, Surip mengatakan jika ada satu kawah lagi yang mendapat perhatian khusus yakni Kawah Timbang. "Sejauh ini aktivitas di Kawah Timbang masih normal. Namun demikian, kami memantau khusus lantaran Kawah Timbang bakal mengeluarkan gas beracun. Sementara ini, dari pengukuran yang dilakukan, gas beracun masih di bawah normal," jelas Surip.

Secara umum, rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG adalah imbauan agar masyarakat tidak terlalu dekat dengan kawah.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arif Rahman mengatakan berdasarkan rekomendasi yang ada, Kawah Timbang menjadi kawah yang harus diwaspadai karena ada ancaman gas beracun yakni CO dan H2S.

"Untuk Kawah Sileri tidak ada gas beracun, aktivitas juga biasa, sehingga statusnya tetap aktif normal," katanya. Menurut Arif, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak takut atau panik, meski tetap harus waspada.

"Sejauh ini kondisi di Dieng sudah kondusif. Walaupun demikian, Kawah Sileri tetap tertutup pada radius 100 meter," tambahnya.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik