Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KAWAH Sileri yang berada di Kompleks Gunung Dieng di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali meletus.
Letusan yang terjadi kemarin siang itu disertai dengan material lahar dingin, lumpur, dan asap hingga mencapai 50 meter dan mengenai wisatawan yang berada di sekitar Kawah Sileri.
Tipe letusan ialah freatik, yaitu letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu tekanan gas yang berada di bawah permukaan.
Kejadian itu menyebabkan empat orang terluka dan sebagian lain terkena lumpur.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, aktivitas kawah itu cukup tinggi dan sempat beberapa kali meletus.
"Dengan demikian itu menjadi kawah yang paling berbahaya di Dieng. Kawah Sileri merupakan kawah yang paling aktif dan pernah beberapa kali meletus," kata Sutopo.
Status Gunung Dieng, lanjut dia, masih normal aktif.
"Belum ada kenaikan status."
Kawah Sileri merupakan salah satu objek wisata di Dieng Plateau, memiliki bentuk unik berupa kepundan datar sehingga permukaan air kawah yang selalu mendidih.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surip mengungkapkan letusan Kawah Sileri tidak didahului dengan gempa.
"Letusan terjadi begitu saja sehingga memang tidak terdeteksi tanda-tanda. Namun, suhu permukaan kawah yang biasanya 60 derajat celsius kini naik menjadi 70 derajat celsius," jelas Surip.
Menurut Surip, letusan itu tidak mengandung gas beracun.
"Sampai sejauh ini tidak ada gas beracun yang muncul dari Kawah Sileri. Untuk sementara aman dari gas beracun," katanya.
Namun, pihaknya langsung melakukan sterilisasi radius Kawah Sileri sepanjang 100 meter.
"Selain itu, tempat wisata waterboom yang tidak jauh dari kawah juga ditutup. Alasannya, masih ada kemungkinan letusan freatik lagi," ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Banjarnegara AK T Sapto Nugroho mengungkapkan, dari 17 wisatawan, 10 di antara mereka dibawa ke Puskesmas Batur.
"Tidak ada luka yang serius. Umumnya hanya terkena lumpur dan luka akibat terjatuh," katanya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Andri Sulistyo mengatakan sekitar 300 personel gabungan dari BPBD, Polres, Kodim, dan relawan menjaga di sekitar Kawah Sileri.
Sementara itu, Kementerian Sosial telah menerjunkan seluruh anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banjarnegara untuk membantu evakuasi korban letusan Kawah Sileri.
"Meski hari libur, seluruh elemen Tagana tetap siap melayani masyarakat yang terkena musibah," tegas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial Adhy Karyono.
Kawah Timbang
Selain Kawah Sileri, terdapat kawasan berbahaya lain di Gunung Dieng, yakni Kawah Timbang.
Bahkan, menurut dia, Kawah Timbang lebih berbahaya ketimbang Sileri karena letusan di Kawah Timbang biasanya mengandung gas beracun.
"Kawah Sileri biasanya hanya letusan freatik dan tidak ada gas beracun yang muncul," katanya.
(N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved