Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PESONA alam Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara, jawa Tengah sangat memesona bahkan ada yang menyebutnya bak negeri dongeng. Udaranya yang sejuk dan pemandangan alam bebasnya nan hijau sangat memukau siapapun yang berkunjung ke sana.
Selain menawarkan pemandangan yang indah, di dataran tinggi ini bisa dijumpai uap panas yang tampak melayang-layang di permukaan kawah, diantaranya Kawah Sileri, yang baru saja meletus, pada Minggu (2/7) siang ini.
Dalam rangka mengembangkan objek wisata di Dataran Tinggi Dieng, pemerintah daerah di sana sudah membangun obyek wisata alam terbaru yakni waterpark air panas yang memanfaatkan panas bumi dari kawasan Kawah Sileri.
Sebenarnya ada beberapa kawah yang bisa dijumpai di Dataran Tinggi Dieng, selain Kawah Sileri ada juga Kawah Sikidang dan Sinila yang juga menawarkan fenomena alam yang mengagumkan. Khusus untuk Kawah Sinila, tercatat pernah menimbulkan bencana bagi warga di sekitarnya karena mengeluarkan gas beracun yang mematikan.
Keindahaan alam Daratan Tinggi Dieng yang memesona tetap saja menarik minat wisatawan. Tak heran setiap liburan tiba banyak wisatawan lokal dan juga dari luar Banjarnegara bahkan wisatawan asing memadati destinasi wisata di sana. Namun di balik keindahan wisata yang bisa dijumpai di sana, Dataran Tinggi Dieng menyimpan potensi bencana yang harus diwaspadai oleh penduduk sekitar dan tentu wisatawan yang tengah berkunjung ke sana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2011 pernah mengingatkan warga sekitar Dataran Tinggi Dieng, agar mewaspadai ancaman gas beracun dari kawah Dieng. Lembaga ini bahkan mengklaim, bencana Dieng bisa lebih mematikan dari bencana letusan Merapi.
"Dampak dari gas tersebut sangat mematikan dan itu sudah terbukti pada 1974 di Kawah Sinila,” kata Kepala BNPB Syamsul Maarif, waktu itu.
Pada 1974 silam terjadi letusan freatik dari Kawah Sinila di Kompleks Kawah Dieng. Letusan gas beracun sianida ini mengakibatkan ratusan nyawa warga setempat melayang.
Yang paling berbahaya, gas dari Dieng ini bisa menghasilkan racun yang tidak tampak dan tidak berbau. Karena tidak tampak dan tidak berbau ini sangat mematikan. Gas ini oleh BNPB disebut lebih berbahaya dan mematikan dari letusan Gunung Merapi dan Sinabung.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved