Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Gunung Slamet kembali Muntahkan Lahar Dingin

MI
05/3/2015 00:00
Gunung Slamet kembali Muntahkan Lahar Dingin
(MI/ABDUS SYUKUR)
GUNUNG Slamet yang terletak di lima kabupaten di Jawa Tengah kembali mengeluarkan lahar dingin yang cukup membahayakan aktivitas warga di sekitarnya.

Sejumlah aliran sungai di Tegal dan Pemalang tertutup material gunung api, termasuk objek wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal. Muntahan lahar dingin yang terjadi kemarin sekitar pukul 04.00 WIB itu tidak disertai letusan seperti yang terjadi sebelumnya.

Pemandian air panas Guci untuk sementara ditutup karena sejumlah pemandian seperti Pemancuran 13 tertutup material seperti pasir dan batu cukup besar yang bersumber dari Gunung Slamet.

Para penambang pasir yang biasa mengambil pasir gunung di aliran Sungai Comal, Pemalang, dan Sungai Gung, Tegal, memberhentikan aktivitas penambangan.

Slamet, 45, penambang pasir di Sungai Gung, mengatakan saat ini kondisi daerah aliran sungai tersebut dipenuhi batu-batu besar, pasir, dan kayu.

"Kami menghentikan penambangan karena membahayakan. Banyak material yang hanyut ke sungai dalam jumlah besar," terang Slamet, kemarin.

Koordinator keamanan objek wisata Guci, Banu Wardoyo, membenarkan bahwa objek wisata air panas ditutup sementara karena selain pemandian sangat kotor, juga kondisinya akan membahayakan wisatawan.

"Saat lahar dingin menerjang ada beberapa wisatawan lokal sedang mandi, tetapi mereka aman dan selamat," kata Banu.

Pengamat Gunung Slamet di Pos Pengamatan Desa Gambuhan, Kecamatan Polosari, Pemalang, Sukedi menjelaskan turunnya lahar dingin melalui sejumlah sungai tersebut akibat hujan lebat sepanjang Senin (3/3) di puncak Gunung Slamet. Material yang ada di atas pun ikut turun dan menyeret apa pun yang ada di bawahnya sehingga masuk ke sungai.

"Lahar yang turun tidak terlalu besar karena hujan telah reda. Saat ini kondisi masih aman," kata Sukedi. (AS/N-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya