Bus Transjabodetabek saat melintas di Jakarta,Selasa (25/8). Sebanyak 20 bus tersebut di uji coba untuk melayani rute Tangerang dan Bekasi(Dok.MI)
KEPALA Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana menilai wacana perluasan jalur transportasi armada Trans-Jakarta ke Kota Bekasi masih terganjal kondisi badan jalan yang sempit.
"Yang jelas, jalan harus diperhatikan. Jaringan jalan DKI dengan kita berbeda, jalan di Kota Bekasi sempit-sempit, beda dengan DKI yang luas," kata dia di Bekasi, kemarin.
Ia menerangkan Dinas Perhubungan Kota Bekasi saat ini sedang berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk menindaklanjuti wacana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memperluas jalur Trans-Jakarta sampai Kota Bekasi.
Menurut Yayan, jalur yang memungkinkan akses Trans-Jakarta di Kota Bekasi ialah koridor II yang sudah beroperasi sejak 2013 di Perumahan Harapan Indah, Kecamatan Medansatria.
"Jalur itu bisa diteruskan ke Terminal Induk Kota Bekasi di Jalan Ir H Djuanda, Bekasi Timur. Rutenya dari Harapan Indah, Jalan Sultan Agung, Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani (Tol Bekasi Barat), lalu Terminal Bekasi," jelasnya.
Jika bus Trans-Jakarta tidak dibuatkan jalur khusus, sambung Yayan, beban jalan yang ada akan semakin berat. Hal itu justru akan menimbulkan kemacetan di sepanjang Jalan Sultan Agung dan Ir H Juanda.
Ia mengakui hingga saat ini koordinasi dengan Dishub DKI Jakarta untuk membicarakan wacana tersebut baru sebatas percakapan telepon.
Saat ditemui di kesempatan berbeda, Nurhayati, 48, warga, mengaku gembira mendengar wacana bus Trans-Jakarta akan melaju hingga tengah Kota Bekasi. Wajahnya terlihat semringah karena wilayah perumahannya bakal dilalui bus yang langsung ke Jakarta.
Dia merasa, jika bus Trans-Jakarta masuk hingga Terminal Kota Bekasi, itu akan mempermudah warga yang hendak bepergian ke Jakarta. Selama ini, warga harus beberapa kali naik turun angkutan jika ingin ke Jakarta.
"Saya tak perlu lagi transit ke Harapan Indah kalau mau naik bus Trans-Jakarta," ungkap warga Perumnas I, Kota Bekasi itu, kemarin.
Harapan sama juga ada di benak Wanda, 20, warga Kranji, Bekasi Barat. Baginya, bus Trans-Jakarta sudah sangat dibutuhkan untuk menambah moda ke Jakarta.
"Kalau naik bus biasa, macet di jalan tol. Kereta komuter pun sudah sesak. Harus ada alternatif lain bagi warga Bekasi," ujarnya. (Gan/J-1)