Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Berharap Udara Segar, Bau Didapat

Gana Buana/J-4
03/11/2015 00:00
Berharap Udara Segar, Bau Didapat
(MI/BARY FATHAHILAH)
WAKTU menunjukkan pukul 05.30 WIB, saat Sukarso, 32, membuka pintu rumahnya.

Bukan kesegaran udara pagi yang ia dapat, melainkan bau busuk yang menyengat menyeruak masuk ke rumahnya.

Bau busuk tersebut bukan sekadar menumpang lewat, melainkan bertahan sepanjang hari.

Belakangan, warga Jatiasih, Bekasi, itu baru sadar sumber bau busuk tersebut berasal dari truk-truk sampah DKI Jakarta yang keluar dari pintu Tol Jatiasih menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang melalui Jalan Raya Cipendawa.

"Biasanya memang truk sampah melintas di sini tak kenal waktu, siang, sore, malam selalu ada," ujar lelaki yang berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan itu, kemarin.

Sukarso mengakui setahunya Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyepakati aturan lintas truk sampah dari Jakarta melintasi Jalan Raya Jatiasih dan Cipendawa menuju TPST Bantargebang.

Jam tersebut ialah pukul 21.00 sampai dengan pukul 05.00. Anehnya, kesepakatan itu tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi tidak tegas kepada para sopir truk sampah DKI Jakarta.

Buktinya, polisi yang berjaga di sepanjang Jalan Raya Jatiasih membiarkan saja truk-truk sampah DKI itu melintas di luar kesepakatan.

"Padahal, ada yang jaga, lo. Namun, mereka hanya diam dan tidak bertindak," sesalnya.

Selain menimbulkan bau, ceceran air lindi yang keluar dari truk sampah membahayakan pengendara yang melintas.

Dhendy, 25, warga Jatiasih lainnya, pernah terjatuh dari motornya akibat terpeleset setelah melindas ceceran air lindi yang licin.

"Saya tidak sadar, jalan di belakang truk rupanya truk tersebut meneteskan air. Airnya rupanya lincin, bukan sekadar air biasa," jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Yayan Yuliana mengaku pihaknya telah melakukan penjagaan di tiga titik, yakni pertigaan Komsen Jatiasih, Pasar Rebo, dan Cipendawa.

Namun, dari pengamatan Media Indonesia, petugas dishub justru berjaga di sekitar pintu keluar Tol Jatiasih dan Jalan Raya Jatiasih sambil memungut upah dari para sopir truk sampah tersebut.

"Upaya kami pasti maksimal untuk mencegah sopir truk sampah DKI Jakarta melintas. Anggota kami di lapangan tak diperkenankan menerima apa pun dari para sopir truk sampah," dalihnya.

Bau tidak sedap dari sampah dan ceceran air lindi juga memicu ratusan warga Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, menghadang truk sampah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melintas di jalan utama wilayah itu untuk menuju TPST Bantargebang, kemarin.

Aksi unjuk rasa itu membuat puluhan truk pengangkut sampah dari DKI Jakarta terpaksa berbalik arah dan kembali ke Jakarta.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya