Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

LRT Jakarta Siapkan Jalur Langsung Menuju Stasiun KAI Manggarai

Mohamad Farhan Zhuhri
26/11/2025 17:35
LRT Jakarta Siapkan Jalur Langsung Menuju Stasiun KAI Manggarai
(kiri-kanan) Project Director LRT Jakarta Fase 1B, Ramdani Akbar, Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen dan Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta, Sheila Indira Maharshi di Staisun LRT Jakarta Pegangsaan Dua, Kelapa Gading Jakarta Uta(Dok. Istimewa)

LRT Jakarta Fase 1B dipastikan menghadirkan jalur integrasi langsung antara Stasiun LRT Jakarta Manggarai dan Stasiun KRL Manggarai milik PT KAI.

 

Project Director LRT Jakarta Fase 1B, Ramdani Akbar, menegaskan bahwa konsep integrasi yang dibangun bukan berupa penggabungan bangunan stasiun, melainkan konektivitas fisik yang memudahkan perpindahan antarmoda.

 

“Kalau kita lihat map-nya, posisi KRL Manggarai dan stasiun LRT Jakarta Manggarai memang terpisah. Jadi bukan berarti LRT nanti bisa masuk ke peron-peron di Manggarai. Jawabannya sih tidak, Mas,” ujar Ramdani di Jakarta Utara, Rabu (26/11).

 

Ia menjelaskan, integrasi yang dimaksud adalah pembuatan jalur konektivitas langsung dari stasiun LRT menuju kompleks stasiun KRL Manggarai. Jalur itu akan menjadi bagian dari lingkup proyek Fase 1B.

 

“Nanti kita buatkan jalur integrasi dari stasiun LRT Manggarai ke stasiun KRL Manggarai. Jadi penumpang bisa turun di Manggarai, lanjut lewat jalur konektivitas, lalu berpindah ke LRT Jakarta dan sebaliknya,” katanya.

 

Ramdani menekankan bahwa rancangan integrasi ini menjadi fitur krusial mengingat Manggarai merupakan simpul mobilitas terbesar di Jakarta. Kemudahan perpindahan antarmoda, menurutnya, akan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan sekaligus mengurangi beban lalu lintas permukaan yang selama ini mengelilingi kawasan tersebut.

 

Belanja Modal

Sementara, terkait pembiayaan, Ramdani menyebut total nilai belanja modal (capital expenditure) proyek LRT Jakarta Fase 1B mencapai sekitar Rp5,3 triliun. Angka itu mencakup biaya konsultan, perizinan, dan konstruksi. Namun ia menegaskan proyek ini tidak dirancang untuk mengejar keuntungan finansial.

 

“LRT Jakarta ini infrastruktur pelayanan publik. Jadi kita tidak melihat kapan modalnya kembali, tetapi bagaimana masyarakat bisa terlayani, bermobilitas nyaman, menggunakan transportasi publik, mengurangi kemacetan, dan mengurangi emisi CO2 di Jakarta. Tujuannya lebih ke situ,” tutur Ramdani.

 

Ia memastikan fokus proyek adalah menyediakan mobilitas modern yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga, sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta mendorong perpindahan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya