Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan hingga sosialisasi terkait potensi pergerakan tanah ke lokasi.
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta menginformasikan adanya potensi pergerakan tanah di beberapa wilayah di Jakarta berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Baca juga: Daun Gelinggang Andalan Baru Ekspor Kalsel
"BPBD DKI Jakarta akan turunkan Tim Reaksi Cepat BPBD mereka PJLP. Mereka akan mengecek, memantau lokasi-lokasi khususnya di Jaksel dan Jaktim yang rawan longsor," kata Kepala Satuan Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (5/4).
Pemeriksaan akan dilakukan khususnya di bangunan di tepi sungai, waduk atau danau. Selain itu, TRC juga akan bersama-sama dengan aparat RT dan RW melakukan sosialisasi kepada warga.
"Mereka akan memperingatkan warganya untuk sementara tidak menggunakan bangunan-bangunan di lokasi rawan longsor apalagi saat hujan ekstrim," ujarnya.
Isnawa melanjutkan, masyarakat harus waspada pada tanda-tanda pergerakan tanah maupun longsor dan segera melaporkan apabila menemukan tanda tersebut ke aparat RT, RW, maupun kelurahan untuk segera ditindaklanjuti.
"Longsor bisa terjadi dalam waktu cepat maupun lambat. Untuk yang lambat akan terjadi perlahan. Tandanya adalah ada retakan pada tanah atau dinding rumah/bangunan. Retakan harus segera ditutup agar menutup celah dari masuknya air. Air dapat memperparah kondisi bangunan atau tanah bila masuk ke sela-sela retakan," jelasnya.
Untuk wilayah-wilayah yang terdeteksi rawan pergerakan tanah yakni Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan. Kemudian pergerakan tanah juga rawan terjadi di Jakarta Timur, meliputi wilayah Kecamatan Kramat Jati, dan Pasar Rebo. (OL-6)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Cuaca ekstrem tersebut memicu setidaknya 14 kejadian bencana tersebar di 15 kecamatan, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga gangguan fasilitas umum.
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Rilis dari BMKG Wilayah III Denpasar juga menyebutkan, peringatan dini angin kencang yang berpotensi melanda Kabupaten Badung, Gianyar, Klungkung serta Kota Denpasar.
Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi pada akhir Januari 2026 memaksa 15.335 jiwa warga mengungsi ke sejumlah lokasi aman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved