Kamis 04 November 2021, 07:46 WIB

Jumlah Penumpang KRL Jabodetabek Masih Dibatasi

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Jumlah Penumpang KRL Jabodetabek Masih Dibatasi

dok.Ant
PT KAI Commuter tetap melakukan pembatasan kapasitas pengguna di dalam kereta meski Jakarta PPKM level 1.

 

SEJUMLAH wilayah operasional KRL mulai 2 November kemarin telah masuk dalam PPKM Level 1 khususnya DKI Jakarta. Meskipun terdapat perubahan status tersebut, KAI Commuter tetap melakukan pembatasan kapasitas pengguna di dalam kereta, dan jam operasional KRL tetap berlangsung pada pukul 04:00 - 22:00 setiap harinya.

KAI Commuter tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan pengguna KRL menggunakan masker ganda, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL, serta menjaga jarak. Calon pengguna KRL juga wajib menunjukan sertifikat vaksin baik secara fisik maupun digital kepada petugas.

"Pembatasan kapasitas pengguna KRL juga masih berlaku sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 97 tahun 2021," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan resmi, Rabu (3/11).

Pembatasan kapasitas tetap dijalankan sesuai ketentuan nengingat volume pengguna KRL terpantau mulai naik. Selama Oktober 2021 jumlah pengguna KRL rata-rata 351.324 pengguna per hari. Jumlah ini meningkat 24,2% dibanding rata-rata September yang mencapai 282.760 pengguna setiap harinya. Peningkatan volume sejalan dengan aktivitas masyarakat yang kembali bergerak saat ini.

KAI Commuter melakukan penyesuaian operasional dan layanan KRL Jabodetabek seiring tren volume pengguna KRL yang terus bertambah, dimana KAI Commuter mengoperasikan 999 perjalanan KRL per harinya mulai 17 Oktober yang sebelumnya sebanyak 994 perjalanan.

Sejumlah 307 perjalanan melayani di jam sibuk pagi yaitu pukul 04.00-09.00 WIB dan sebanyak 243 perjalanan melayani di jam sibuk sore yaitu pukul 16.00-20.00 WIB. Hal ini sejalan dengan pergerakan pengguna yang masih terkonsentrasi di jam-jam sibuk pagi dan sore hari.

Selain pengaturan operasional, petugas kami tetap konsisten menerapkan jaga jarak aman antar pengguna dengan membatasi jumlah orang yang dapat naik kereta untuk mengantisipasi kepadatan di dalam kereta. Petugas akan melakukan antrean penyekatan di stasiun bila kondisi di dalam KRL sudah sesuai kuota.

"Pengguna dapat mengatur waktu perjalanannya dengan melihat jadwal, posisi real time kereta dan kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Access. Melalui perencanaan perjalanan yang baik dan mengikuti berbagai protokol kesehatan yang berlaku bisa menciptakan transportasi KRL yang sehat, aman dan nyaman bagi para penggunanya selama masa pandemi," tutur Anne. (OL-13)

Baca Juga: DLHK Depok Siagakan Satgas Antisipasi Pohon Tumbang

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto EKo

HUT Ke-77 RI, Anies: Ini Perjuangan Seluruh Bangsa

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 12:12 WIB
Anies mengatakan, kemerdekaan bukan hanya dinyatakan oleh satu atau dua orang, melainkan seluruh komponen...
dok.Ant

Anies: Persatuan Bisa Terwujud Jika Kesetaraan Tercapai

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:43 WIB
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan persatuan dan kesatuan bangsa bisa sepenuhnya diwujudkan jika pemerintah bisa menciptakan...
MI/Barry F

Tanggul Kali Grogol Jebol, Belasan Rumah di Limo Depok Terendam Banjir

👤Kisar Rajagukguk 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:40 WIB
TANGGUL kali atau bangunan penahan aliran air Kali Grogol jebol dan mengakibatkan 12 rumah warga terendam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya