Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Mobil Pribadi Padati Jalan Protokol

Put/DA
11/4/2016 02:15
Mobil Pribadi Padati Jalan Protokol
(ANTARA/Puspa Perwitasari)

KEMACETAN lalu lintas di sejumlah ruas jalan bertambah parah selama masa uji coba penghapusan pembatasan penumpang tiga orang atau 3 in 1 tahap 1 pada 5 hingga 7 April lalu.

Kemacetan terutama terjadi di jalan yang semula diberlakukan kebijakan itu.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan kemacetan terjadi karena tidak meratanya distribusi kendaraan di jalan-jalan Ibu Kota.

Oleh karena itu, di beberapa ruas jalan justru terjadi penurunan volume kendaraan.

"Kemacetan memang terjadi, tapi hanya di jalan-jalan yang sebelumnya berlaku three in one. Di jalan-jalan kolektor yang tidak pernah diberlakukan three in one dan dikenal sebagai alternatif, berdasarkan laporan petugas di lapangan, justru lancar. Ini tanda distribusi kendaraan sebelumnya memang tidak merata," kata Andri di Kantor Dishubtrans, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Ia menyebutkan, kemacetan yang terjadi selama tiga hari masa uji coba antara lain ada di Jalan Jenderal Gatot Subroto dari Pancoran ke arah Komdak dengan peningkatan volume kendaraan sebesar 39,47% dari sebelum penghapusan 3 in 1.

Kemacetan lebih parah juga terjadi di Jalan Jenderal Sudirman kawasan Senayan pada jalur lambat dari arah Blok M menuju Semanggi dengan penambahan kendaraan 29,06%, sedangkan di Jalan Jenderal Sudirman ruas Semanggi-Bundaran Hotel Indonesia pada jalur cepat ada penambahan volume kendaraan sebesar 27,65%.

Sebaliknya, penurunan volume kendaraan terjadi pada jalur cepat Jalan Jenderal Sudirman kawasan Senayan dari arah Blok M ke Semanggi, yakni 15,84%.

Selain itu, di jalur lambat Jalan Jenderal Sudirman ruas Semanggi-Bundaran Hotel Indonesia, ada penurunan volume kendaraan sebesar 5,25%.

Andri mengatakan, bertambah macetnya lalu lintas membuat masyarakat memanfaatkan bus gratis yang meningkat setiap hari.

Namun, jumlah penumpang bus Trans-Jakarta koridor 1 rute Blok M-Kota tidak bertambah dari rata-rata 70 ribu orang per hari.

"Bisa jadi karena (penumpang naik) bus gratis atau karena penghapusan 3 in 1 membuat warga mengendarai mobil pribadi. Kami akan lihat tiga hari selanjutnya. Kalau memang karena penghapusan 3 in 1 membuat beramai-ramai pakai mobil pribadi, akan dicek data kantong-kantong parkir di gedung-gedung sekitar jalur 3 in 1," tuturnya. (Put/DA/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya